Perang Pencegahan Israel-AS ke Iran Menjadi Bumerang Peradaban

Minggu, 01 Maret 2026 - 06:04 WIB
loading...
Perang Pencegahan Israel-AS...
Ridwan Al-Makassary, Direktur COMPOSE, UIII. Foto/dok. SindoNews
A A A
Ridwan al-Makassary
Dosen Jurusan Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)
Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII

PADA suatu Sabtu pagi di pungkasan Februari 2026, dunia terkejut menyaksikan serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke negara Iran. Sirene meraung di Yerusalem, pesawat tanker pengisian bahan bakar mendarat di Ben Gurion, dan jet F-22 menghiasi landasan Ovda.

Selanjutnya, dentuman bom mengguncang Teheran dan sejumlah kota di Iran. Israel, dengan dukungan penuh AS, telah dan sedang melancarkan serangan yang mereka sebut sebagai "serangan pre-emptif" (pencegahan). Serangan tersebut tak ayal melukai warga sipil dan menciptakan atmosfer ketakutan baru di sebuah kawasan yang sudah lama tidak mengenal damai yang sejati.

Dewasa ini, kita hidup di masa ketika rempah perang acap dibumbui dengan alasan “pencegahan” dan “legitimasi keamanan”. Namun, kata-kata besar itu gagal menutupi satu kebenaran sederhana, yaitu perang ini bukan hanya tentang pengetahuan nuklir dan program misil, melainkan kegagalan membangun tatanan dunia yang sanggup menengahi perselisihan dengan cara yang lebih manusiawi.

Bagi kita yang menyaksikan perang tersebut dari Indonesia, perang ini bukanlah telenovela jauh tanpa relevansi. Ini adalah pelajaran mahal tentang bagaimana arogansi kekuasaan dan kegagalan diplomasi bisa membakar kawasan yang sudah sekian lama menjadi bar mesiu dunia.

Sejarah mewartakan ini bukan pertama kali serangan melintasi batas wilayah Iran. Konflik antara Israel dan Iran pernah mencapai puncaknya dalam gelombang bom dan balasan yang intens pada Juni 2025, yang mengakibatkan puluhan ribu korban dan kerusakan luas.

Konflik tersebut, sebagai sebuah episode yang kemudian dihentikan sementara oleh gencatan senjata yang rapuh. Namun, gencatan senjata itu tidak mengobati luka yang lebih dalam, yaitu ketiadaan kepercayaan yang nyata antar pihak.

Paradoks paling mencengangkan dari serangan ini adalah soal moralitas nuklir. Israel dan AS menggempur Iran dengan alasan mencegah proliferasi nuklir. Mereka khawatir Tehran memiliki bom.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Rekomendasi
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
Berita Terkini
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved