Filsafat Pohon Pisang dan Organisme Pesantren: Menelusuri Warisan Pemikiran KH. Mahrus Amin

Senin, 16 Februari 2026 - 14:11 WIB
loading...
A A A
Inilah yang beliau maksud: jangan hanya menjadi pohon besar di satu tempat, tapi sebarkan tunas-tunas ke mana-mana, agar manfaatnya meluas.

Gerakan Seribu Pesantren: Menyebar Tunas ke Seluruh Nusantara


Dari filosofi pohon pisang ini, KH. Mahrus kemudian menggagas sesuatu yang lebih besar: Gerakan Seribu Pesantren Nusantara.

Beliau prihatin melihat masih banyak daerah di Indonesia yang belum tersentuh pendidikan pesantren. Kader-kader umat belum tersebar merata. Maka, harus ada upaya sistematis untuk mendirikan pesantren di berbagai pelosok .

Gerakan ini bukan sekadar wacana. Hingga kini, terus berjalan. Ratusan pesantren telah berdiri, menjadi pusat-pusat dakwah dan pendidikan baru di daerah masing-masing. Masing-masing seperti tunas pisang yang tumbuh di tanah baru, beradaptasi dengan lingkungannya, tapi tetap mewarisi DNA keilmuan dan nilai-nilai dari induknya .

KH. Mahrus wafat pada 7 Agustus 2021 di usia 81 tahun. Tapi tunas-tunas yang beliau tinggalkan terus tumbuh. Berbuah. Dan kembali meninggalkan tunas-tunas baru.

Organisme Pesantren dalam Filsafat Pisang


Dalam serial tulisan sebelumnya, kita telah membahas pesantren sebagai organisme hidup. Sidogiri dengan jaringan ekonominya. Termas sebagai bank gen keilmuan. Darunnajah sebagai organisme metropolitan yang adaptif.

Filsafat pohon pisang KH. Mahrus memperkaya pemahaman ini.

Seperti pohon pisang, pesantren yang sehat adalah yang mampu:

Memberi manfaat dari seluruh bagian dirinya, bukan hanya dari satu aspek saja.

Beregenerasi dengan meninggalkan tunas-tunas baru sebelum induknya mati.

Dan, Menyebar ke tempat-tempat baru, karena manfaat yang terkonsentrasi di satu tempat tidak akan maksimal.

Serta, Beradaptasi dengan tanah baru, tapi tetap menjaga DNA keasliannya.

Yang menarik, pohon pisang tidak pernah sibuk memikirkan dirinya sendiri. Ia fokus pada fungsi: tumbuh, berbuah, memberi manfaat, lalu mati setelah meninggalkan tunas. Ia tidak pernah takut kehilangan batangnya, karena ia tahu bahwa dari kematiannya akan lahir kehidupan baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Rekomendasi
Sucor AM Manfaatkan...
Sucor AM Manfaatkan Ajang Lari Perkuat Literasi Investasi
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
MNC University Hadiri...
MNC University Hadiri Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Perkuat Wawasan Mahasiswa tentang Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
Kejagung Lelang 90 Unit...
Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen di Jaksel Milik Terpidana Benny Tjokro
Perkuat Kolaborasi,...
Perkuat Kolaborasi, Google Siap Dukung Revisi UU Hak Cipta
Gus Yaqut Segera Disidang...
Gus Yaqut Segera Disidang terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Penyidik Polri Datangi...
Penyidik Polri Datangi Gedung Pidsus Kejagung, Bawa Koper Besar
DPR Targetkan RUU Perampasan...
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung Dibahas dan Disahkan Tahun Ini
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved