Filsafat Pohon Pisang dan Organisme Pesantren: Menelusuri Warisan Pemikiran KH. Mahrus Amin

Senin, 16 Februari 2026 - 14:11 WIB
loading...
Filsafat Pohon Pisang...
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta. Foto/UDN Jakarta.
A A A
Muhammad Irfanudin Kurniawan, Dosen Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta

Sore kemarin, usai shalat Ashar, kami berjalan-jalan di Jardin belakang pesantren. Mataharinya cukup cerah, tidak seperti biasanya yang mendung karena hujan. Dan di sudut kebun itu, kami berhenti. Memandang satu pohon pisang yang sedang berbuah.

Batangnya kokoh. Daunnya lebar membentang. Tandan pisangnya menggantung penuh, siap panen. Tapi di pangkalnya, terlihat ada beberapa tunas kecil mulai muncul. Anak-anak pisang itu akan tumbuh setelah induknya ditebang nanti.

Saat itu kami teringat pada KH. Mahrus Amin, salah satu pendiri Pondok Pesantren Darunnajah. Beliau mewariskan sebuah filosofi yang sederhana tapi sangat dalam maknanya, falsafah pohon pisang .

Satu Pohon, Sejuta Manfaat


KH. Mahrus Amin sering mengajak para santri dan asatidz untuk merenungkan pohon pisang. Beliau lahir di Cirebon, 14 Februari 1940, dan sejak kecil akrab dengan alam pedesaan. Mungkin dari situlah beliau mengambil pelajaran .

Pohon pisang itu unik. Hampir semua bagiannya bermanfaat. Buahnya menjadi makanan. Daunnya untuk membungkus. Batangnya bisa diolah jadi pakan ternak. Jantung pisang jadi sayuran. Bahkan pelepahnya dulu jadi mainan anak-anak kampung .

Tapi yang paling menarik, menurut KH. Mahrus, adalah cara pohon pisang beregenerasi.

Beliau menjelaskan, pohon pisang hanya berbuah sekali seumur hidup. Setelah buahnya matang dan dipanen, batang induknya akan mati dan ditebang. Tapi sebelum mati, ia sudah meninggalkan tunas-tunas baru di sekitarnya. Tunas-tunas inilah yang akan tumbuh menjadi pohon-pohon baru, berbuah, dan kembali meninggalkan tunas berikutnya .

Bukan hanya tentang memberi manfaat, tapi juga tentang memastikan keberlanjutan manfaat itu.

Tunas yang Harus Dipisahkan


Ada satu pesan KH. Mahrus yang selalu membuat para santri merenung. Beliau mengatakan, tunas-tunas pohon pisang yang tumbuh di sekitar induknya, jika dibiarkan terus di situ, tidak akan tumbuh maksimal. Mereka harus dipisahkan. Ditanam di tempat lain. Di tanah yang baru. Agar bisa tumbuh menjadi pohon-pohon baru yang juga bermanfaat bagi lingkungan sekelilingnya .

Filosofi inilah yang kemudian beliau terapkan dalam mengembangkan pesantren.

KH. Mahrus bersama KH. Abdul Manaf Mukhayyar dan KH. Qomaruzzaman mendirikan Pondok Pesantren Darunnajah di atas tanah wakaf seluas 4,7 hektare di Ulujami, Jakarta Selatan, pada 1 April 1974. Sebenarnya nama Darunnajah sudah ada sejak 1960 an dan cikal bakalnya dari Madrasah Islamiyah di Palmerah sejak 1938. Santri pertama ketika menjadi pesantren hanya tiga orang. Tapi mereka punya mimpi besar.

Dari satu induk di Ulujami, lahirlah tunas-tunas. Bukan dalam arti fisik semata, tapi dalam bentuk pesantren-pesantren cabang yang tersebar di berbagai daerah. Hingga kini, Darunnajah memiliki puluhan cabang dan satuan pendidikan di seluruh Indonesia .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Menag Sebut Pesantren...
Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
Sulhu dan Islah: Sebuah...
Sulhu dan Islah: Sebuah Refleksi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Tzuyu Tinggalkan JYP...
Tzuyu Tinggalkan JYP Entertainment setelah 11 Tahun, Begini Nasibnya di TWICE
Berita Terkini
Siap Hadapi Persidangan,...
Siap Hadapi Persidangan, Gus Yaqut: Ungkap Mana yang Benar dan Salah
Kemendukbangga Perkuat...
Kemendukbangga Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Bonus Demografi dan Penurunan Stunting
Akan Atur Royalti Dalam...
Akan Atur Royalti Dalam UU, Baleg DPR: Karya Jurnalistik juga Miliki Hak Cipta
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Dakwaan dr Tifa dan...
Dakwaan dr Tifa dan Batas Negara Memidanakan Pendapat di Dialog Televisi
Mahfud MD Ungkap Skenario...
Mahfud MD Ungkap Skenario Eks Jampidsus Ajukan Praperadilan dan Berakhir Menang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved