Komisi IV DPR Usul Pemanfaatan PNBP VMS untuk Nelayan Kecil
Kamis, 05 Februari 2026 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, VMS adalah sistem pemantauan kapal perikanan berbasis satelit yang wajib dipasang pada kapal berizin pusat (biasanya di atas 30 GT atau bekas daerah bermigrasi).
Kegunaannya melacak posisi dan aktivitas secara real-time. VMS bermanfaat meningkatkan keselamatan (fitur alarm), efisiensi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi perikanan berkelanjutan.
Hingga April 2025 lalu, sekitar 8.893 kapal telah terpasang VMS dari total 13.313 kapal yang mengantongi izin dari pemerintah pusat.
Alex juga mengapresiasi Menteri KP yang telah menggaransi akan ada percepatan pemberian izin bagi pengusaha perikanan yang memasang VMS. “Dengan semakin banyaknya nelayan yang menggunakan VMS tentunya menambah potensi pemasukan negara dari sektor ikan tangkap,” kata Ketua PDIP Sumatera Barat ini.
Sementara, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono memprediksi produksi ikan nasional periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,57 juta ton. Angka tersebut terdiri dari kontribusi produksi ikan budidaya sebesar 2,05 juta ton yang mengandalkan optimalisasi masa panen serta produksi ikan tangkap sebesar 1,52 juta ton dengan tetap memperhatikan dinamika cuaca dan musim penangkapan.
Kegunaannya melacak posisi dan aktivitas secara real-time. VMS bermanfaat meningkatkan keselamatan (fitur alarm), efisiensi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi perikanan berkelanjutan.
Hingga April 2025 lalu, sekitar 8.893 kapal telah terpasang VMS dari total 13.313 kapal yang mengantongi izin dari pemerintah pusat.
Alex juga mengapresiasi Menteri KP yang telah menggaransi akan ada percepatan pemberian izin bagi pengusaha perikanan yang memasang VMS. “Dengan semakin banyaknya nelayan yang menggunakan VMS tentunya menambah potensi pemasukan negara dari sektor ikan tangkap,” kata Ketua PDIP Sumatera Barat ini.
Sementara, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono memprediksi produksi ikan nasional periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,57 juta ton. Angka tersebut terdiri dari kontribusi produksi ikan budidaya sebesar 2,05 juta ton yang mengandalkan optimalisasi masa panen serta produksi ikan tangkap sebesar 1,52 juta ton dengan tetap memperhatikan dinamika cuaca dan musim penangkapan.
(jon)
Lihat Juga :