Demi Keselamatan dan Atasi Antrean, Pemerintah Diminta Tambah Fasilitas Sandar Kapal
Selasa, 03 Februari 2026 - 17:34 WIB
loading...
Direktur Utama PT DLU Erwin H Poedjono menyatakan angkutan pelayaran dihadapkan oleh minimnya fasilitas sandar kapal. Sehingga memicu antrean kapal di dermaga/pelabuhan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Mobilitas masyarakat yang mengandalkan angkutan pelayaran kini dihadapkan oleh minimnya fasilitas sandar kapal. Kondisi tersebut memicu terjadinya antrean kapal di dermaga maupun pelabuhan.
Kondisi itu kini tengah dikeluhkan oleh para pelaku usaha angkutan pelayaran. Tak hanya itu, pendangkalan alur masuk pelabuhan dan area dermaga juga bisa menghambat mobilitas penyeberangan.
Baca juga: Lalu Lintas Ekspor-Impor RI Didominasi Kapal Asing, Pakar Pelabuhan Soroti Kemunduran Maritim Nasional
Minimnya fasilitas sandar dan pendangkalan dinilai sangat membahayakan keselamatan pelayaran akibat risiko kandas atau gesekan lunas kapal.
“Keterbatasan fasilitas menyebabkan inefisiensi waktu dan lonjakan biaya bahan bakar (BBM) akibat waktu tunggu yang lama, Juga tingginya biaya akibat kerusakan sistem pendingin mesin kapal yang terhisap lumpur,” kata Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) Erwin H Poedjono, Selasa (3/2/2026).
Erwin meminta kepada pemerintah agar melakukan pengerukan akibat pendangkalan. Sekaligus menambah fasilitas sandar untuk meningkatkan mobilitas penyeberangan.
Kondisi itu kini tengah dikeluhkan oleh para pelaku usaha angkutan pelayaran. Tak hanya itu, pendangkalan alur masuk pelabuhan dan area dermaga juga bisa menghambat mobilitas penyeberangan.
Baca juga: Lalu Lintas Ekspor-Impor RI Didominasi Kapal Asing, Pakar Pelabuhan Soroti Kemunduran Maritim Nasional
Minimnya fasilitas sandar dan pendangkalan dinilai sangat membahayakan keselamatan pelayaran akibat risiko kandas atau gesekan lunas kapal.
“Keterbatasan fasilitas menyebabkan inefisiensi waktu dan lonjakan biaya bahan bakar (BBM) akibat waktu tunggu yang lama, Juga tingginya biaya akibat kerusakan sistem pendingin mesin kapal yang terhisap lumpur,” kata Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) Erwin H Poedjono, Selasa (3/2/2026).
Erwin meminta kepada pemerintah agar melakukan pengerukan akibat pendangkalan. Sekaligus menambah fasilitas sandar untuk meningkatkan mobilitas penyeberangan.
Lihat Juga :