Demi Keselamatan dan Atasi Antrean, Pemerintah Diminta Tambah Fasilitas Sandar Kapal
Selasa, 03 Februari 2026 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
"Jika langkah-langkah perbaikan tidak segera dilakukan, maka akan mengancam keberlanjutan usaha dan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Erwin.
Baca juga: Terungkap, Ini Penyebab Keterlambatan Penyeberangan Merak-Bakauheni
Erwin kemudian membeberkan bahwa pelaku usaha angkutan pelayaran juga dihadapkan persoalan lain yang tak kalah peliknya. Salah satunya adalah kurs rupiah terhadap dolar yang sedang melemah.
Menurut Erwin, biaya operasional angkutan pelayaran sangat rentan terhadap fluktuasi mata uang asing. Sementara itu, Kementerian Perhubungan dinilai belum menunjukkan keberpihakan kepada pelaku usaha swasta yang selama ini membantu mobilitas dan perekonomian lintas pulau.
Padahal, operasional kapal tetap berjalan di tengah tantangan pembengkakan biaya komponen. "Sekitar 80% komponen biaya operasional kami, mulai dari suku cadang, perawatan harian, pengedokan, hingga pemenuhan alat keselamatan, mengikuti kurs dolar," ungkap Erwin.
Meskipun situasi itu sangat memberatkan, kata Erwin, pelaku usaha ataupun perusahaannya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik tanpa menurunkan standar keselamatan angkutan pelayaran. "Kami memegang teguh komitmen untuk memberikan layanan prima baik keselamatan maupun kenyamanan," ucapnya.
Erwin pun memastikan, bahwa pelayanan yang diberikan oleh PT Dharma Lautan Utama tetap sesuai standarisasi UU Pelayaran dan persyaratan internasional (SOLAS) sebagai konsekuensi ratifikasi IMO. Dengan demikian, kebutuhan komponen biaya bersifat tetap tanpa pengurangan.
Baca juga: Terungkap, Ini Penyebab Keterlambatan Penyeberangan Merak-Bakauheni
Erwin kemudian membeberkan bahwa pelaku usaha angkutan pelayaran juga dihadapkan persoalan lain yang tak kalah peliknya. Salah satunya adalah kurs rupiah terhadap dolar yang sedang melemah.
Menurut Erwin, biaya operasional angkutan pelayaran sangat rentan terhadap fluktuasi mata uang asing. Sementara itu, Kementerian Perhubungan dinilai belum menunjukkan keberpihakan kepada pelaku usaha swasta yang selama ini membantu mobilitas dan perekonomian lintas pulau.
Padahal, operasional kapal tetap berjalan di tengah tantangan pembengkakan biaya komponen. "Sekitar 80% komponen biaya operasional kami, mulai dari suku cadang, perawatan harian, pengedokan, hingga pemenuhan alat keselamatan, mengikuti kurs dolar," ungkap Erwin.
Meskipun situasi itu sangat memberatkan, kata Erwin, pelaku usaha ataupun perusahaannya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik tanpa menurunkan standar keselamatan angkutan pelayaran. "Kami memegang teguh komitmen untuk memberikan layanan prima baik keselamatan maupun kenyamanan," ucapnya.
Erwin pun memastikan, bahwa pelayanan yang diberikan oleh PT Dharma Lautan Utama tetap sesuai standarisasi UU Pelayaran dan persyaratan internasional (SOLAS) sebagai konsekuensi ratifikasi IMO. Dengan demikian, kebutuhan komponen biaya bersifat tetap tanpa pengurangan.
Lihat Juga :