Kesejahteraan Guru Bukan Beban Anggaran, Melainkan Investasi Ekonomi

Senin, 02 Februari 2026 - 14:49 WIB
loading...
A A A
Sejarah dunia memberikan pelajaran penting. Ketika Jepang kalah dalam Perang Dunia II, Kaisar Hirohito dikisahkan bertanya, “Apakah kita masih memiliki guru?” Fokus pada pendidikan menjadi fondasi kebangkitan Jepang. OECD (2019) mencatat bahwa investasi serius pada guru pascaperang berkontribusi besar terhadap transformasi ekonomi Jepang menjadi negara maju.

Guru bukan sekadar pelaksana kurikulum, melainkan fondasi pembangunan manusia. Karena itu, membicarakan kesejahteraan guru sejatinya bukan isu sektoral pendidikan semata, melainkan bagian dari strategi ekonomi nasional.

Guru dan Dampak Kebijakan Kesejahteraan
Sebagai garda terdepan pembangunan manusia, guru merasakan langsung dampak berbagai program kesejahteraan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penyaluran tunjangan profesi, tunjangan khusus, serta insentif bagi guru non-ASN membantu menciptakan rasa aman ekonomi, yang berdampak pada motivasi dan fokus mengajar.

Pengalaman guru di lapangan menunjukkan bahwa tunjangan tidak sekadar menambah pendapatan, tetapi juga meningkatkan rasa dihargai sebagai profesi. Temuan ini sejalan dengan penelitian Bennell dan Akyeampong (2007) yang menyimpulkan bahwa kesejahteraan guru berkorelasi positif dengan komitmen profesional dan kualitas interaksi pembelajaran. Studi Lavy (2015) juga menunjukkan bahwa insentif yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan kinerja guru dan hasil belajar siswa.

Sepanjang 2025, Kemendikdasmen menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1,4 juta guru ASN, Tunjangan Khusus kepada lebih dari 57 ribu guru, serta Dana Tambahan Penghasilan kepada lebih dari 191 ribu guru. Untuk guru non-ASN, penyaluran tunjangan profesi, insentif, dan Bantuan Subsidi Upah menjangkau ratusan ribu pendidik, termasuk guru PAUD nonformal.

Kenaikan insentif guru non-ASN pada 2026 dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan menandai penguatan komitmen negara terhadap kesejahteraan pendidik. Bank Dunia (World Bank, 2020) menilai bahwa peningkatan kesejahteraan guru merupakan prasyarat penting bagi reformasi pendidikan yang berkelanjutan, terutama di negara berkembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Rekomendasi
Menekraf Teuku Riefky...
Menekraf Teuku Riefky Dorong Musisi Lokal Eksis di Panggung Global
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Berita Terkini
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Menkum Supratman Sampaikan...
Menkum Supratman Sampaikan Capaian Posbankum di Legal Forum Rusia dan Perkuat Kerja Sama Ekstradisi Narapidana
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved