Menelaah di Balik Manuver MSCI

Minggu, 01 Februari 2026 - 08:55 WIB
loading...
A A A
Namun, kita perlu menelaah apa yang sejatinya perlu diperhatikan dari manuver MSCI yang tentunya bukan hanya sekedar perkara teknis keuangan dan akuntansi, melainkan makna strategis karena MSCI bukanlah sebuah lembaga yang bebas nilai dan semata-mata bekerja untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Teoritisi Mazhab Frankfurt, Jurgen Habermas, dalam Knowledge and Human Interests, menyebutkan klaim bebas nilai seringkali menjadi topeng menyamarkan relasi kuasa, the illusion of value-free knowledge is itself ideological.

Manuver MSCI dan Kuasa Modal


Dalam riset Weekly Market 3 Maret 2025 menyebutkan bahwa Morgan Stanley menurunkan rating pasar saham Indonesia menjadi underweight karena kondisi fundamental yang melemah, termasuk perlambatan laba emiten dan arus keluar modal asing. Di tahun yang sama, Goldman Sachs juga ikut menurunkan peringkat saham dan obligasi Indonesia, termasuk rating obligasi jangka panjang menjadi neutral dari sebelumnya overweight. Artinya, peringatan dari lembaga-lembaga global terkait masalah struktural pasar saham Indonesia sudah dikeluarkan sejak tahun lalu. Namun, ada sejumlah pertanyaan yang tersisa terkait penilaian MSCI terkait free float dan transparansi struktur kepemilikan bursa saham di Indonesia.

Pertama, aturan free float minimal 7,5% sudah berlaku sejak 30 Januari 2014, berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) No. I-A tentang pencatatan saham dan efek berjenis ekuitas. Namun, mengapa permasalahan tersebut baru diangkat oleh MSCI akhir-akhir ini. Kedua, banyak pasar emerging market memiliki free float formal yang terlihat hanya “cukup” pada angka semata, tetapi efective free float atau yang benar-benar bisa diperdagangkan tanpa hambatan sering jauh lebih rendah.

Masalah family capitalism, atau dominasi segelintir grup konglomerat bukan masalah khas Indonesia tapi masalah umum di negara-negara emerging market dimana banyak pasar emerging market secara angka punya free float yang tinggi tapi effective free float sebenarnya rendah, intervensi negara tinggi (state-capitalism), cross-holding konglomerasi juga ekstrem serta peran promoter dan nominee sangat dominan. Akan tetapi, MSCI menghukum Indonesia untuk masalah yang mereka toleransi di pasar lain. Sehingga pada dasarnya, apa yang dilakukan MSCI bukanlah menciptakan “pasar yang adil”, melainkan menciptakan kenyamanan mekanis bagi dana pasif internasional.

Dengan kata lain, apa yang dilakukan MSCI bukanlah penilaian kualitas pasar, tapi melayani kepentingan Exchange Traded Fund (ETF) global dan melayani dana pasif skala raksasa. Pasar yang secara struktural tidak adil tapi mudah diperdagangkan maka dapat ditoleransi, asalkan secara teknis mudah untuk ETF. Dan jika kita bongkar pemilik saham MSCI terbesar adalah mereka yang mengelola banyak reksadana dan ETF besar global; The Vanguard Group, Inc, sebesar 13,1% kepemilikan, BlackRock, Inc, 7,9%, dan State Street Global Advisors, Inc, 4,5%. Tentu, pemegang sebagian besar saham memberi pengaruh besar dalam rapat pemegang saham dan arah perusahaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved