Menelaah di Balik Manuver MSCI

Minggu, 01 Februari 2026 - 08:55 WIB
loading...
Menelaah di Balik Manuver...
Arjuna Putra Aldino, Direktur Eksekutif, Geopolitics and Global Political Economy Studies (G2PES) Indonesia. Foto/Istimewa
A A A
Arjuna Putra Aldino
Direktur Eksekutif, Geopolitics and Global Political Economy Studies (G2PES) Indonesia

Pada tanggal 28 Januari 2026, Morgan Stanley Capital International, sebuah lembaga penyusun indeks pasar global, mengumumkan penilaian baru terhadap pasar saham Indonesia. Mereka menyoroti masalah investability terutama kurangnya transparansi kepemilikan saham dan keterbukaan data free float (proporsi saham yang dimiliki publik). Dengan alasan ini, mereka membekukan perubahan indeks untuk saham-saham Indonesia. Artinya MSCI tidak akan melakukan rebalancing atau penyesuaian bobot saham Indonesia dalam periode peninjauan indeks yang akan datang.

Mereka memberi batas waktu sampai Mei 2026 kepada otoritas Indonesia untuk memperbaiki data dan tata kelola pasar supaya bisa mempertahankan posisi Indonesia dalam indeks emerging markets. Pesannya terkesan layaknya ancaman, jika perbaikan tata kelola dan transparansi tidak terpenuhi sebelum batas waktu yang ditentukan maka MSCI bisa menurunkan bobot pasar saham Indonesia dari emerging markets menjadi frontier market, sebuah bursa saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang lebih kecil, likuiditas rendah, dan tingkat risiko lebih tinggi.

Pengumuman MSCI ini memicu arus keluar modal asing yang cukup deras, dua kali perdagangan bursa mengalami trading halt. Data bursa menunjukkan bahwa dalam sell-off dua hari tajam setelah pengumuman MSCI, investor asing menjual sekitar US$645 juta (sekitar Rp9,8 triliun) nilai saham Indonesia. Rupiah juga sempat melemah signifikan karena tekanan pasar dan kekhawatiran investor global. Sebagai sebuah worst-case scenario, Goldman Sach memproyeksikan jika Indonesia benar-benar di downgrade menjadi frontier market maka dana pasif yang akan keluar dari bursa Indonesia sekitar US$7,8 miliar (atau sekitar Rp130-140 triliun).

Jika worst-case scenario ini terjadi bukan tidak mungkin Indonesia mengalami krisis kepercayaan dari investor global hingga berdampak pada brutalnya penurunan nilai tukar mata uang, menjadikan Indonesia sebagai negara premium risk, hingga menciptakan perlambatan ekonomi. Bahkan pasar keuangan Indonesia bisa masuk dalam jebakan stagnasi struktural (financial underdevelopment trap) yang bisa membatasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga Indonesia menjadi negara besar yang tak pernah bisa naik kelas, terus tertahan menjadi middle income country.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Rupiah Menguat, IHSG...
Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2%
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Rekomendasi
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan...
BPDP Unjuk Gigi Tampilkan Produk Turunan Kakao EastFood Indonesia 2026
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved