Waspada Aksi Kejahatan Mencatut Nama KPK saat Pilkada Serentak dan Pandemi COVID-19
Kamis, 17 September 2020 - 07:19 WIB
loading...
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), H Firli Bahuri. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), H Firli Bahuri, mengingatkan agar selalu waspada terhadap aksi kejahatan yang dilakukan komplotan kriminal dengan mencatut nama KPK.
Diketahui, akhir-akhir ini, tidak sedikit laporan dan informasi yang diterima KPK terkait kajahatan pemerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mencatut nama KPK disejumlah daerah. Di antaranya di Bengkulu (Bulan Januari), Bireuen Aceh (Bulan Juli) dan terbaru terjadi di Ciamis Jawa Barat (Bulan Agustus).
“Modus operandi yang mereka lakukan yaitu menakut-nakuti akan membongkar dan menangkap aparatur pemerintah didaerah yang diduga 'bermain' dalam proyek pembangunan di wilayahnya, atau pihak swasta yang mendapatkan dana hibah dari penyelenggara negara,” kata Firli dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (17/9/2020).
Firli menuturkan, banyak aparatur pemerintah yang berintegritas, memiliki serta menjaga nilai-nilai kejujuran dan anti korupsi, berani melawan 'KPK palsu' dan melaporkan mereka ke petugas kepolisian, sehingga seluruh pelaku dapat ditangkap. (Baca juga; Ketua KPK: Pilkada Bersih Isyarat Demokrasi di Indonesia Sehat )
“Akan tetapi, tidak sedikit pula aparatur pemerintah di daerah yang mau menjadi 'sapi perah' petugas KPK gadungan, sehingga wajar jika banyak pihak mempertanyakan integritas mereka sebagai pemimpin maupun perpanjangan tangan negara di daerah,” kata Firli.
Diketahui, akhir-akhir ini, tidak sedikit laporan dan informasi yang diterima KPK terkait kajahatan pemerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mencatut nama KPK disejumlah daerah. Di antaranya di Bengkulu (Bulan Januari), Bireuen Aceh (Bulan Juli) dan terbaru terjadi di Ciamis Jawa Barat (Bulan Agustus).
“Modus operandi yang mereka lakukan yaitu menakut-nakuti akan membongkar dan menangkap aparatur pemerintah didaerah yang diduga 'bermain' dalam proyek pembangunan di wilayahnya, atau pihak swasta yang mendapatkan dana hibah dari penyelenggara negara,” kata Firli dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (17/9/2020).
Firli menuturkan, banyak aparatur pemerintah yang berintegritas, memiliki serta menjaga nilai-nilai kejujuran dan anti korupsi, berani melawan 'KPK palsu' dan melaporkan mereka ke petugas kepolisian, sehingga seluruh pelaku dapat ditangkap. (Baca juga; Ketua KPK: Pilkada Bersih Isyarat Demokrasi di Indonesia Sehat )
“Akan tetapi, tidak sedikit pula aparatur pemerintah di daerah yang mau menjadi 'sapi perah' petugas KPK gadungan, sehingga wajar jika banyak pihak mempertanyakan integritas mereka sebagai pemimpin maupun perpanjangan tangan negara di daerah,” kata Firli.
Lihat Juga :