Anatomi 'Institutional Trap' dalam Arsitektur Ekonomi Kita

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:02 WIB
loading...
Anatomi Institutional...
Kusfiardi, Analisis Ekonomi Politik dan Co-Founder FINE Institute. Foto/Dok/Pribadi
A A A
Kusfiardi
Analisis Ekonomi Politik dan Co-Founder FINE Institute

JANUARI 2026 menjadi momentum krusial sekaligus penuh tanda tanya bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Pengunduran diri Thomas Djiwandono dari kepengurusan Partai Gerindra demi pencalonan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bukanlah sekadar prosedur administratif rutin untuk memenuhi syarat independensi formal.

Langkah ini, yang diperkuat oleh pengakuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai skema "pertukaran jabatan" (switch) antara Thomas dan Juda Agung, mengonfirmasi sebuah pergeseran fundamental dalam tata kelola bernegara: normalisasi masuknya figur fiskal-politik ke jantung otoritas moneter.

Dalam literatur ekonomi politik, fenomena ini dikenal sebagai Institutional Capture. Kondisi ini terjadi ketika lembaga independen yang memegang mandat publik secara perlahan dikooptasi oleh kepentingan sektoral—dalam hal ini kepentingan fiskal pemerintah—sehingga fungsi check-and-balances yang menjadi pilar stabilitas ekonomi menjadi lumpuh.

Secara kasat mata, pemerintah sedang mempertontonkan fleksibilitas birokrasi. Namun, bagi para pengamat ekonomi politik, ini adalah sinyal peringatan dini akan terjadinya erosi kelembagaan. Skema "tukar guling" posisi ini bukan hanya soal rotasi sumber daya manusia, melainkan soal pengaburan batas-batas disiplin kebijakan yang seharusnya berdiri tegak demi menjaga stabilitas makroekonomi jangka panjang.

Risiko "Fiscal Dominance"

Pencalonan Thomas Djiwandono merupakan manifestasi nyata dari implementasi UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Pasal 7 ayat (1) UU tersebut kini memberikan legitimasi baru bagi BI untuk tidak hanya menjaga stabilitas nilai Rupiah, tetapi juga "mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan". Perluasan mandat inilah yang menjadi "karpet merah" sekaligus pembenaran legal bagi eksekutif untuk menyelaraskan arah kebijakan moneter dengan kebutuhan fiskal secara agresif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Rekomendasi
Final Piala Dunia 2026...
Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Konser Impian: Justin Bieber, BTS, dan Madonna Satu Panggung
Babak Baru Kasus Dugaan...
Babak Baru Kasus Dugaan Penganiayaan ART oleh Erin Wartia, Herawati Bawa Bukti ke Polisi
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Berita Terkini
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved