Anatomi 'Institutional Trap' dalam Arsitektur Ekonomi Kita

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:02 WIB
loading...
A A A
Namun, validitas kekhawatiran pasar tidak terletak pada teks legalitas, melainkan pada risiko Fiscal Dominance. Ketika garis pemisah antara pembuat kebijakan belanja (fiskal) dan penjaga nilai tukar (moneter) menjadi cair, Indonesia sedang bermain api dengan kredibilitas institusionalnya.

Risiko ini berakar pada masalah Time Inconsistency. Secara teoretis, pemegang otoritas politik cenderung mengejar insentif ekonomi jangka pendek demi popularitas, seperti memaksakan suku bunga rendah untuk membiayai utang. Tanpa independensi moneter yang absolut, kebijakan ini akan menciptakan bom waktu inflasi dan depresiasi mata uang di masa depan, yang pada akhirnya merugikan ekonomi secara keseluruhan.

Sejarah ekonomi global—mulai dari krisis Amerika Latin di dekade 80-an hingga guncangan Lira Turki dalam beberapa tahun terakhir—menunjukkan bahwa bank sentral yang kehilangan jarak dengan kepentingan politik praktis akan segera kehilangan "jangkar" kepercayaan pasarnya. Begitu bank sentral dipandang sebagai perpanjangan tangan dari kementerian keuangan, efektivitas instrumen suku bunga dalam menjinakkan inflasi akan tumpul karena pasar meragukan objektivitasnya.

Erosi Kredibilitas

Hal yang paling mencolok dari proses transisi ini adalah keterbukaan pemerintah mengenai mekanisme internalnya. Pernyataan Menkeu Purbaya bahwa Thomas "disuruh ngintip-ngintip" dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sejak November 2025 memberikan sinyal kuat bahwa sinkronisasi kebijakan telah dimulai jauh sebelum proses fit and proper test di DPR berlangsung. Budaya "ngintip" ini secara simbolis merusak kesucian RDG yang seharusnya bersifat steril dari intervensi eksekutif.

Meskipun pemerintah berargumen bahwa keputusan BI bersifat kolektif kolegial—di mana suara seorang Deputi Gubernur harus diuji oleh enam anggota dewan gubernur lainnya—persepsi publik dan pelaku pasar sering kali lebih kuat daripada aturan tertulis. Kehadiran figur yang berada di jantung kekuasaan fiskal di dalam "menara gading" moneter menciptakan asumsi bahwa BI kini diposisikan sebagai "pemadam kebakaran" bagi defisit APBN yang kian melebar.

Klaim Menkeu Purbaya yang menyebut dirinya sanggup menguatkan Rupiah "dalam semalam" jika memiliki otoritas bank sentral semakin mempertegas keinginan kuat eksekutif untuk mendikte instrumen moneter demi stabilitas instan. Ini adalah pola pikir berbahaya yang mengutamakan hasil jangka pendek (stabilitas nilai tukar semu) di atas integritas kelembagaan jangka panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membangun dari Daerah,...
Membangun dari Daerah, Menguatkan Indonesia
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Rekomendasi
Pramono Anung Resmikan...
Pramono Anung Resmikan Mayapada Hospital Jakarta Timur, Fokus Layani Ibu dan Anak
Gubernur Riau Nonaktif...
Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan PUPR
Mesin Gol Maroko Cedera,...
Mesin Gol Maroko Cedera, Singa Atlas Kehilangan Taring?
Berita Terkini
Jaksa Minta Lanjutan...
Jaksa Minta Lanjutan Sidang Dokter Tifa Digelar 2 Pekan Lagi, Hakim Menolak
PB PMII Dukung Polri...
PB PMII Dukung Polri Usut Tuntas 3 Kasus Besar Korupsi
Kelakar Bahlil di Hadapan...
Kelakar Bahlil di Hadapan Prabowo: Koalisi Aman
Mobil Inafis Polres...
Mobil Inafis Polres Jakpus Sambangi Kantor BGN, Ada Apa?
KPK Panggil Sekda dan...
KPK Panggil Sekda dan Anggota DPRD terkait Kasus Bupati Muara Enim
Audit Media Sosial:...
Audit Media Sosial: Langkah Penting yang Sering Kita Lupakan
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved