Ketika Negara Modern Tidak Runtuh tetapi Tidak Lagi Berdaulat

Senin, 26 Januari 2026 - 18:47 WIB
loading...
A A A
Ia menyangkut pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang benar-benar dilibatkan, dan siapa yang secara perlahan disingkirkan dari proses kekuasaan. Ketika jarak antara rakyat dan proses politik semakin melebar, negara menjadi semakin mudah diarahkan oleh logika sistem, bukan oleh kehendak publik.

Digitalisasi dan Ketergantungan Baru


Teknologi bukanlah musuh. Ancaman muncul ketika digitalisasi dipaksakan tanpa kendali dan tanpa pilihan. Ketika seluruh layanan publik hanya dapat diakses melalui sistem digital tanpa alternatif luring, offline, atau manual, relasi pelayanan bergeser menjadi mekanisme pengikatan, di mana warga bergantung penuh pada sistem yang tidak selalu transparan dan tidak selalu dapat dipertanyakan.

Pilihan uang tunai, layanan manual, dan transparansi data bukan nostalgia masa lalu, melainkan mekanisme pengaman kedaulatan warga. Dalam hukum publik, niat baik atau mens rea tidak pernah cukup. Yang menentukan adalah dampak nyata atau actus reus.

Stabilitas Semu dan Ketergantungan Tersembunyi


Secara permukaan, stabilitas nasional hari ini tampak terjaga. Namun di balik ketenangan tersebut tersembunyi berbagai bentuk ketergantungan yang jarang dibicarakan secara jujur, mulai dari teknologi asing, sistem pembayaran digital yang terpusat, logistik global, energi dan pangan impor, hingga standar kebijakan yang tidak sepenuhnya dirumuskan secara mandiri.

Jika pola ketergantungan ini tidak disadari oleh publik, negara memang tidak runtuh secara formal. Namun arah pengelolaannya perlahan ditentukan oleh sistem, bukan oleh kehendak rakyat.

Penutup: Kesiapsiagaan sebagai Kedewasaan Bangsa


Pesan utama tulisan ini bukanlah ajakan panik atau hidup dalam ketakutan. Kesiapsiagaan yang lahir dari kesadaran jauh lebih bertanggung jawab dibandingkan kepanikan yang bersumber dari paranoia. Rentang 72 jam hingga 7 hari bukanlah ramalan, melainkan window of vulnerability, yaitu fase ketika sistem diuji dan kesadaran kolektif masyarakat dipertaruhkan.

Yang dibaca di sini bukan satu peristiwa tunggal, melainkan pola berulang dalam cara sistem bekerja, gagal, lalu dibenahi kembali. Krisis jarang berdiri sendiri. Ia lahir dari rangkaian keputusan, ketergantungan, dan asumsi yang selama ini dianggap normal dan jarang dipertanyakan.

Karena itu, saya mengajak kita semua untuk tidak terjebak pada reaksi sesaat, melainkan menumbuhkan kemauan membaca pola dan menjahit benang merah dari peristiwa-peristiwa yang terus berulang. Dari sanalah arah suatu peristiwa menjadi jelas, langkah strategis dapat diambil dengan sadar, dan satu hal pasti: dalam urusan sistem dan kekuasaan, sesal kemudian sama sekali tidak berguna.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Antisipasi Risiko Geopolitik...
Antisipasi Risiko Geopolitik Global, BUMD Jakarta Percepat Impor 7.500 Sapi
Terimbas Geopolitik...
Terimbas Geopolitik Global, Pemilik Toko Elektronik di PIK Atur Strategi Rangsang Konsumen
Rekomendasi
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Berita Terkini
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved