Mitigasi Risiko Perekonomian Global

Rabu, 17 Desember 2025 - 10:26 WIB
loading...
A A A
Potensi pelambatan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 akibat meningkatnya risiko perekonomian global menjalar melalui dua saluran (chanel), yaitu: pertama, jalur pelambatan ekspor yang membuat net export (NX) menurun bahkan berpotensi bernilai negatif. Kedua, jalur penurunan aliran investasi global yang menyebabkan realisasi investaasi di dalam negeri melambat.

Berdasarkan data GDP dari sisi pengeluaran menunjukkan bahwa kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 1,59% dari total pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04% pada kuartal III tahun 2025.

Sementara net export sebagai selisih antara ekspor dan impor berkontribusi sekitar 0,24. Sehingga, secara bersama-sama, investasi dan NX berkontribusi sebesar 1,83 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk memutus mata rantai pelambatan pertumbuhan ekonomi nasional selama dua dekade terakhir pada tahun 2026? Dalam jangka pendek, melanjutkan paket stimulus fiskal untuk mengabsorbsi tekanan terhadap perekonomian nasional yang bersumber dari perekonomian global.

Stimulus fiskal diarahkan untuk mempertahankan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Hal ini sesuai fakta bahwa pertumbuhan ekonomi nasional selalu sejalan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Di mana, lebih dari separuh pertumbuhan GDP dari sisi pengeluaran disumbangkan oleh konsumsi rumah tangga, sekitar 2,54% dari 5,04% pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun 2025.

Kemudian dari sisi moneter, mempertahankan agar suku bunga riil, yaitu selisih antara BI rate (policy rate) dengan inflasi tetap terjaga. Hal ini untuk menjaga agar aset berdenominasi rupiah, seperti yield dan harga surat berharga negara tetap menarik bagi investor asing.

Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah dituntut untuk fokus mengatasi secara radikal dan revolusioner masalah-masalah pada sisi produksi (supply side) dengan “supply side revolution”. Salah satunya, mengurangi “technology gap” atau “knowledge gap” dis ektor manufaktur dengan negara maju.

Selain itu, agenda kebijakan yang sangat penting dan mendesak adalah pemerintah harus fokus mengatasi kelemahan pada “institutional factor”, khususnya yang berkaitan dengan transaction cost (biaya transaksi) tinggi yang menyebabkan inefisiensi ekonomi yang tergambar pada nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang sangat tinggi. Tertinggi di antara negara-negara ASEAN.

Akhir kata, pemerintahan Prabowo perlu belajar kepada AS, UE, Jepang, Korea dan lainnya yang mencapai status negara maju dengan sistem ekonomi pasar (kapitalis). Termasuk belajar pada kisah sukses China dengan model ekonomi hybrid, yaitu beyond socialism and capitalism.

Pengalaman mengajarkan bahwa model ekonomi barat dan timur (China) yang sukses membawa kemakmuran dengan pendapatan per kapita tinggi karena menempatkan penegakan hukum yang sangat kuat sebagai fondasi kemajuan ekonomi.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Gubernur BI Peringatkan...
Gubernur BI Peringatkan Dunia Tak Baik-baik Saja, Dihantui 3 Tantangan Besar
Rekomendasi
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Berita Terkini
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
KPK: OTT di BPK Terkait...
KPK: OTT di BPK Terkait Temuan Pengadaan Smart TV di Muara Enim
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved