Teror Atas Perayaan Hanukkah Yahudi di Bondi Beach Australia

Senin, 15 Desember 2025 - 16:07 WIB
loading...
Teror Atas Perayaan...
Ridwan al-Makassary, Direktur COMPOSE UIII/Alumni Doktoral LPDP di University of Western Australia (UWA). Foto/Dok. SindoNews
A A A
Ridwan al-Makassary
Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII
Alumni Doktoral LPDP di University of Western Australia (UWA)

SERANGAN teror yang menyerang kelompok agama tertentu, yaitu kelompok Yahudi, terjadi di Bondi Beach, Australia (13 Desember 2025), negara yang terkenal dengan multikultur dan aman. Komunitas Yahudi sedang merayakan Hanukkah, sebuah perayaan tentang cahaya dan ketahanan, yaitu menjaga keyakinan di tengah tekanan dan penganiayaan diserang dan sekitar 15 orang tewas.

Tersangka awalnya adalah dua orang, ayah dan anak, yang diduga berafiliasi ke ISIS. Saya menonton breaking news peristiwa tragis itu dari siaran langsung CNN dan BBC di pesawat Etihad dari Portugal ke Jakarta setelah mengikuti perayaan KAICIID, lembaga yang berfokus pada dialog agama internasional (8-12 Desember 2025).

Saya berargumen serangan teror ke komunitas agama manapun tidak dibenarkan, termasuk komunitas Yahudi yang diasosiasikan turut bertanggung jawab atas penindasan warga Muslim Palestina. Juga, saya berpandangan bahwa kegiatan dialog antaragama masih diuji batu ujian kesangsian.

Dalam banyak demokrasi liberal, termasuk Australia, multikulturalisme acap diasumsikan telah “selesai”. Negara dianggap netral, hukum menjamin kesetaraan, dan konflik identitas ditempatkan sebagai pengecualian.

Namun, insiden di Bondi Beach mengingatkan kita bahwa netralitas negara tidak otomatis mencegah eksklusi sosial. Kekerasan berbasis identitas kerap tumbuh bukan karena absennya aturan, melainkan karena melemahnya norma-norma yang membatasi bagaimana perbedaan boleh diperdebatkan tanpa berubah menjadi dehumanisasi. Ketika satu kelompok diserang karena identitasnya, yang retak bukan hanya rasa aman kelompok tersebut, melainkan kepercayaan sosial secara keseluruhan.

Sebagai alumni master di Universitas Sydney Australia, yang beberapa kali mengunjungi Bondi Beach, saya mengenal pantai tersebut sebagai satu etalase Australia yang terbuka, santai, dan inklusif, yaitu ruang publik tempat identitas bertemu tanpa harus saling mencurigai. Karenanya, serangan teror yang menargetkan komunitas Yahudi saat perayaan Hanukkah di Bondi Beach bukan sekadar insiden kriminal biasa.

Ia merupakan peringatan keras bahwa kebencian, ketika dibiarkan beredar tanpa penyangga moral dan politik, dapat melampaui batas-batas geografis dan simbolik, lalu mencemari ruang bersama yang seharusnya aman bagi semua. Singkatnya, menyerang komunitas Yahudi yang sedang merayakan momen sakral ini berarti menyerang martabat manusia. Di titik ini, kekerasan tersebut bukan hanya persoalan keamanan, melainkan persoalan nilai: nilai tentang siapa yang dianggap “berhak” hadir di ruang publik.

Pemilihan lokasi oleh pelaku juga sarat dengan muatan makna. Pantai adalah ruang publik yang menunjukkan karakter terbuka, egaliter, dan tanpa prasyarat identitas. Tatkala kekerasan hadir di sana, maka sesungguhnya pesan yang dikirimkan sangat jelas, yaitu keberadaan bisa menjadi alasan untuk diserang, dan visibilitas bisa menjadi risiko.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Spanyol, Negara yang Meraih Juara Piala Dunia 2026
Wujudkan Rencana Liburan...
Wujudkan Rencana Liburan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Berita Terkini
Bos Blueray John Field...
Bos Blueray John Field Yakin Uang Suap Tersalurkan ke Dirjen Bea Cukai, Uangnya Tidak Pernah Kembali
Dasco Sebut RUU Perampasan...
Dasco Sebut RUU Perampasan Aset dan RUU Ketenagakerjaan Tetap Dibahas pada Masa Reses
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved