PKN LAN: Perkuat Pengentasan Kemiskinan lewat Perpres
Jum'at, 28 November 2025 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Breaking News! Ira Puspadewi Bebas
“Untuk itu LAN mengapresiasi para peserta PKN Tingkat I Angkatan LXIV yang merekomendasikan policy brief yang mengangkat tema Peningkatan dan penyempurnaan InPres 8/2025 menjadi Peraturan Presiden (Perpres),” ungkapnya, Jumat (28/11/2025).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengapresiasi rekomendasi kebijakan yang diusulkan peserta PKN tingkat I angkatan LXIV. Gus Ipul menilai pelatihan ini bersifat strategis yang mampu membangun Kepemimpinan Transformasional dan Kolaboratif dalam birokrasi yang tidak hanya mengawasi prosedur melainkan juga menjadi arsitek transformasi.
“Setidaknya dibutuhkan 3 transformational untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial antara lain, transformasi dan pemutakhiran data dari berbagai sektor, transformasi sasaran melalui digitalisasi dan partisipasi seluruh elemen pemerintah baik pusat dan daerah. Dan terakhir transformasi cara atau metode dengan pendekatan yang terarah, terpadu dan berkelanjutan, untuk meningkatkan Pendapatan masyarakat dan Mencegah Transmisi Kemiskinan,” ungkapnya.
Gus Ipul juga menegaskan perlunya kepemimpinan birokrasi yang mengedepankan evidence-based policy. Pemimpin harus berani mengambil keputusan berbasis data, bukan tekanan politik atau persepsi. Kemiskinan adalah fenomena yang harus diukur, bukan ditebak.
Data terpadu menjadi petunjuk moral dalam setiap pengambilan keputusan, demikian salah satu gagasan kunci yang disampaikan peserta. Peserta PKN I menekankan bahwa transformasi pengentasan kemiskinan hanya dapat terjadi bila pemimpinnya juga bertransformasi.
“Kemiskinan ini adalah isu yang menyatukan tanggung jawab lintas sektor, karena itu, birokrasi harus menjadi bahasa pemersatu, dalam memastikan seluruh program berjalan seragam dan saling menguatkan. Transformasi tidak terjadi di podium, tetapi di lapangan, dan kepemimpinan birokrasilah yang menjadi penggeraknya,” tegasnya.
“Untuk itu LAN mengapresiasi para peserta PKN Tingkat I Angkatan LXIV yang merekomendasikan policy brief yang mengangkat tema Peningkatan dan penyempurnaan InPres 8/2025 menjadi Peraturan Presiden (Perpres),” ungkapnya, Jumat (28/11/2025).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengapresiasi rekomendasi kebijakan yang diusulkan peserta PKN tingkat I angkatan LXIV. Gus Ipul menilai pelatihan ini bersifat strategis yang mampu membangun Kepemimpinan Transformasional dan Kolaboratif dalam birokrasi yang tidak hanya mengawasi prosedur melainkan juga menjadi arsitek transformasi.
“Setidaknya dibutuhkan 3 transformational untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial antara lain, transformasi dan pemutakhiran data dari berbagai sektor, transformasi sasaran melalui digitalisasi dan partisipasi seluruh elemen pemerintah baik pusat dan daerah. Dan terakhir transformasi cara atau metode dengan pendekatan yang terarah, terpadu dan berkelanjutan, untuk meningkatkan Pendapatan masyarakat dan Mencegah Transmisi Kemiskinan,” ungkapnya.
Gus Ipul juga menegaskan perlunya kepemimpinan birokrasi yang mengedepankan evidence-based policy. Pemimpin harus berani mengambil keputusan berbasis data, bukan tekanan politik atau persepsi. Kemiskinan adalah fenomena yang harus diukur, bukan ditebak.
Data terpadu menjadi petunjuk moral dalam setiap pengambilan keputusan, demikian salah satu gagasan kunci yang disampaikan peserta. Peserta PKN I menekankan bahwa transformasi pengentasan kemiskinan hanya dapat terjadi bila pemimpinnya juga bertransformasi.
“Kemiskinan ini adalah isu yang menyatukan tanggung jawab lintas sektor, karena itu, birokrasi harus menjadi bahasa pemersatu, dalam memastikan seluruh program berjalan seragam dan saling menguatkan. Transformasi tidak terjadi di podium, tetapi di lapangan, dan kepemimpinan birokrasilah yang menjadi penggeraknya,” tegasnya.
Lihat Juga :