Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK): Antara Budaya dan Data

Senin, 27 Oktober 2025 - 13:45 WIB
loading...
Pengasuhan 1.000 Hari...
Dewi Oktaviani, Analis Kebijakan Ahli Muda Lembaga Administrasi Negara (LAN). Foto/Dok. SindoNews
A A A
Dewi Oktaviani
Analis Kebijakan Ahli Muda Lembaga Administrasi Negara (LAN)

PERIODE 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai golden period menjadi sangat penting karena pada masa itu kondisi gangguan gizi atau perawatan yang tidak memadai, dapat memberikan dampak jangka panjang. Efektivitas pelaksanaan kebijakan 1.000 HPK, sering menjadi perdebatan terutama terkait pada angka dan indikator seperti persentase stunting, cakupan imunisasi, ataupun skor gizi balita. Namun, di balik deretan data, ada hal yang kian terlupakan yaitu budaya pengasuhan lokal yang telah mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat.

Di banyak daerah Indonesia, pola pengasuhan anak lahir dari kearifan lokal seperti posyandu gotong royong di desa Jawa, tradisi menyuapi bersama di Nusa Tenggara Timur, hingga pantangan adat ibu hamil di Sumatera yang sebenarnya berlandaskan prinsip kesehatan alami. Sayangnya, kebijakan modern kerap mengabaikan nilai-nilai ini, menganggapnya terlalu tradisional atau tidak terukur. Padahal, tanpa memahami konteks sosial-budaya, intervensi apa pun akan kehilangan daya hidupnya di masyarakat.

Efikasi kebijakan 1.000 HPK bukan hanya soal teknis kesehatan, tetapi juga kemampuan bahwa akar budaya telah mempengaruhi cara mengasuh generasi masa depan. Pemerintah telah berupaya mencanangkan program pengasuhan 1.000 HPK, untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Melalui Program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI), Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT), pendampingan keluarga oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), pemanfaatan Learning Management System (LMS) BKB EMAS, Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Makanan Bergizi Gratis (MBG) telah dilakukan. Namun, dalam pelaksanaannya menjadi kurang efektif karena banyak ketimpangan antara perumusan kebijakan dengan pelaksanaan program dilapangan.

Budaya Lokal yang Masih Dikesampingkan
Penekanan terhadap integrasi nilai budaya lokal dalam program pengasuhan 1.000 HPK, tampak belum terintegrasi dengan baik terhadap program kebijakan. Seperti pelaksanaan Program Bina Keluarga Balita di Provinsi Jambi.

Warisan nilai kearifan lokal berupa seloko adat, yaitu ungkapan tradisional yang kaya makna dan telah turun-temurun sebagai pedoman pengasuhan, pendidikan karakter, serta penegakan norma keluarga. Peran lembaga adat serta para pemangku adat juga belum dilibatkan secara optimal, padahal mereka memiliki pengaruh kuat dalam membentuk perilaku keluarga dan komunitas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Ujian Kapasitas Negara,...
Ujian Kapasitas Negara, Bukan Sekadar Kasus Korupsi
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
CSR Berkelanjutan Lippo...
CSR Berkelanjutan Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanggap Bencana-Penurunan Stunting
1 dari 5 Anak Indonesia...
1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah
Rekomendasi
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved