Mengimajinasikan Indonesia
Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
Kita bersiap menyambut bonus demografi 2030 dan Indonesia Emas 2045, tapi sudahkah orang muda diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengimajinasikan narasi tentang Indonesia masa depan?
Hari ini, orang muda di partai politik hanya jadi asesoris, pemanis kampanye untuk menjadi vote getter. Sebatas perwajahan agar partai dianggap muda. Orang muda tak boleh lagi dibatasi hanya urusan mengelola media sosial, mendesain poster, atau menjadi event organizer (EO) di partai.
Sayang sekali jika substansi kebijakan politik partai hingga struktur ekonomi politik masih diatur oleh dewan pembina yang notabene masih "pemain lama". Orang muda harus kita dukung untuk menempati posisi-posisi strategis di partai politik maupun kebijakan publik, masuk pada pembahasan-pembahasan substansial yang butuh imajinasi, narasi, dan ide segar yang cemerlang.
Mari mulai adil dari dalam pikiran. Sistem meritokrasi harus kita ciptakan dalam politik, menilai setiap orang dari kompetensi dan kapabilitas, bukan lagi kemampuan finansial atau usia kesenioran dalam urut kacang politik maupun tangga kepemimpinan.
2029 nanti mayoritas pemilih adalah orang muda. Oleh karenanya, Indonesia butuh imajinasi orang-orang muda untuk melukis masa depan bangsa. Ini saatnya yang muda yang bersuara.
Ini waktunya orang-orang muda berkarya, tampil ke depan panggung utama, lalu berkata: ini saatnya kita mengimajinasikan Indonesia!
Hari ini, orang muda di partai politik hanya jadi asesoris, pemanis kampanye untuk menjadi vote getter. Sebatas perwajahan agar partai dianggap muda. Orang muda tak boleh lagi dibatasi hanya urusan mengelola media sosial, mendesain poster, atau menjadi event organizer (EO) di partai.
Sayang sekali jika substansi kebijakan politik partai hingga struktur ekonomi politik masih diatur oleh dewan pembina yang notabene masih "pemain lama". Orang muda harus kita dukung untuk menempati posisi-posisi strategis di partai politik maupun kebijakan publik, masuk pada pembahasan-pembahasan substansial yang butuh imajinasi, narasi, dan ide segar yang cemerlang.
Mari mulai adil dari dalam pikiran. Sistem meritokrasi harus kita ciptakan dalam politik, menilai setiap orang dari kompetensi dan kapabilitas, bukan lagi kemampuan finansial atau usia kesenioran dalam urut kacang politik maupun tangga kepemimpinan.
2029 nanti mayoritas pemilih adalah orang muda. Oleh karenanya, Indonesia butuh imajinasi orang-orang muda untuk melukis masa depan bangsa. Ini saatnya yang muda yang bersuara.
Ini waktunya orang-orang muda berkarya, tampil ke depan panggung utama, lalu berkata: ini saatnya kita mengimajinasikan Indonesia!
(rca)