Refly Harun: Banyak Kekacauan dalam Penanganan COVID-19

Minggu, 13 September 2020 - 14:00 WIB
loading...
Refly Harun: Banyak...
Ahli hukum tata negara, Refly Harun menilai banyak kekacauan dalam penanganan COVID-19. FOTO/CAPTURE/YOUTUBE REFLY HARUN
A A A
JAKARTA - Ahli hukum tata negara, Refly Harun menilai banyak kekacauan dalam penanganan COVID-19 . Akibatnya muncul persoalan, seperti halnya polemik penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Menurut Refly, kebijakan penerapan PSBB sebenarnya berada di tangan pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kesehatan. Namun karena COVID-19 menyebar ke seluruh daerah di Indonesia, maka tidak menyerahkan semuanya ke Kementerian Kesehatan. Karena itu kemudian dibuat peraturan bahwa PSBB diusulkan pemerintah daerah, lalu dievaluasi oleh menteri untuk kemudian disetujui atau tidak.

"Nah Anies Baswedan rupanya tidak berkonsultasi sepertinya, langsung main ditetapkan saja," kata Refly Harun dalam video berjudul Pusat Kok Beroposisi ke Pemda DKI yang diunggah di channel Youtube-nya, Minggu (13/9/2020). (Baca juga: Polemik Jakarta PSBB Lagi, Refly Harun Tunjukkan Pangkal Masalahnya )

Namun keputusan Anies tidak bisa disalahkan 100% karena tidak ada kejelasan dalam penanganan COVID-19 oleh pemerintah pusat. Pemerintah pernah menetapkan status darurat kesehatan masyarakat atas pandemi ini, tapi pada kesempatan yang lain juga menetapkan status darurat bencana nasional. Padahal, penetapan itu berimplikasi pada siapa yang menjadi leading sector. Jika darurat kesehatan masyarakat, maka penanganannya dipimpin oleh Menteri Kesehatan, tapi bila darurat bencana nasional, maka dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Belum jelas mengenai status darurat yang dianut, Presiden Jokowi malah membentuk Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diketuai Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refly Harun Bicara Perlunya...
Refly Harun Bicara Perlunya Gali Informasi dari Kasmudjo di Kasus Ijazah Jokowi
Refly Harun: Jokowi...
Refly Harun: Jokowi Takut jika Polemik Ijazah Dibawa ke Persidangan
Polda Metro Jaya Akan...
Polda Metro Jaya Akan Limpahkan Perkara Roy Suryo Cs ke Kejaksaan, Refly: Pernyataan Normatif
Berkat Citizen Lawsuit,...
Berkat Citizen Lawsuit, Refly Harun Nilai Peluang P21 Kasus Ijazah Jokowi Kian Tipis
Refly Harun Ragukan...
Refly Harun Ragukan Kasus Ijazah Jokowi Bisa P21
Troya Sebut Status Tersangka...
Troya Sebut Status Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Sah Lantaran Pelimpahan Molor 85 Hari
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Troya Temui Jaksa Peneliti...
Troya Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta, Refly: Mereka Belum Terima Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa
2 Saksi dari Roy Suryo...
2 Saksi dari Roy Suryo Cs Diperiksa Polda Metro Jaya Soal Kasus Ijazah Jokowi
Rekomendasi
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved