Skandal Pembatalan Guru Besar

Senin, 06 Oktober 2025 - 15:45 WIB
loading...
A A A
Tentu saja persyaratan ini tidak berlaku bagi jurnal terakreditasi yang mumpuni atau berkelas. Mereka tidak mempersyaratkan biaya tetapi dengan catatan bahwa waktu proses hingga kemungkinan sampai disetujui untuk dipublikasikan memerlukan waktu sangat lama. Yang lain yaitu proses perbaikan naskah jurnal bukan tidak mungkin dapat berkali-kali karena penulisan dalam bahasa yang berbeda menjadi salah satu kendala bagi beberapa dosen.
Tidak mengherankan apabila kemudian muncul “jalan pintas” bagi dosen untuk cepat menjadi guru besar tanpa mau bersusah payah dan berusaha keras. Mereka inilah yang berpotensi besar menjadi “korban” dari adanya jurnal predator. Jurnal predator adalah publikasi yang berpura-pura menjadi jurnal ilmiah yang sah tetapi salah menggambarkan praktik penerbitannya. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan finansial dari penulis tanpa menyediakan layanan publikasi yang berkualitas, seperti tinjauan sejawat (peer review) yang tidak ada atau minim, serta melanggar etika ilmiah.

Pertimbangan Kebijakan
Munculnya skandal pembatalan guru besar di salah satu perguruan tinggi negeri sebagaimana diberitakan saat ini, bukan tidak mungkin juga terjadi pada perguruan tinggi lainnya baik negeri maupun swasta. Hanya apakah kementerian yang terkait mau melakukan penyelidikan lebih seksama terhadap proses pengajuan usulan guru besar di berbagai perguruan tinggi.

Skandal ini terjadi salah satunya ditengarai karena peran reviewer yang ada di perguruan tinggi negeri tersebut. Yang bersangkutan membuat jurnal predator agar rekan-rekan dosennya dapat segera menjadi guru besar seperti dirinya. Reviewer dengan perilaku seperti ini bukan tidak mungkin muncul di reviewer lainnya karena mereka mendapat keuntungan finansial dari malpraktik yang dilakukan. Bukan tidak mungkin para reviewer penilaian pengusulan guru besar atau jabatan akademik dosen telah menjadi sindikat tertentu.

Pihak kementerian juga seharusnya ikut bertanggungjawab dalam skandal pembatalan guru besar ini, Mengapa? Penerbitan Surat Keputusan (SK) Guru Besar menjadi kewenangan kementerian ini. Perlu adanya penyelidikan secara internal dilakukan di dalam kementerian agar tidak terjadi lagi kasus skandal-skandal pembatalan guru besar di masa yang akan datang.

Cukup banyak bukti bahwa kebijakan yang secara umum dipandang para ahli cukup baik, ternyata menghadapi banyak kendala ketika diimplementasikan. Sebaliknya, ada kebijakan yang kelihatannya kurang bermutu diitnjau dari substansinya, namun diterima masyarakat karena mewakili aspirasinya. Abidin (2006: 143-144) meyakini bahwa salah satu faktor yang menentukan keberhasilan suatu kebijakan adalah mutu kebijakan ditinjau dari substansi kebijakan yang dirumuskan.

Sebuah kebijakan yang baik tidak harus bersifat stagnan tetapi harus dinamis mempertimbangkan umpan balik yang diterima pembuat kebijakan atas keputusan mereka (Mettler dan SoRelle, 2017), termasuk dalam bentuk perubahan politik dan tingkat kepercayaan (Kumlin et al., 2018).

(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buku Sejarah Gerakan...
Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Diluncurkan, Rekam Perjuangan Sebelum Reformasi 1998
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Kurikulum S3 Manajemen...
Kurikulum S3 Manajemen Pendidikan Islam: Membangun Organisme Ilmu yang Hidup
Transformasi Akademi...
Transformasi Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Menuju Sekolah Tinggi Kesehatan
Value-Driven University:...
Value-Driven University: Ikhtiar Universitas Darunnajah Menjawab Tantangan Link and Match
Perkuat Kesiapan Kerja,...
Perkuat Kesiapan Kerja, SGU Jalin Kolaborasi dengan Industri Media
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Forum Kebijakan Kita...
Forum Kebijakan Kita di UGM Dorong Mahasiswa Aktif Kawal Demokrasi dan Pendidikan
Rekomendasi
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
PNJ Telaah Sanksi Tindak...
PNJ Telaah Sanksi Tindak Asusila Sesama Jenis di Kampus
Berita Terkini
Sidang Gugatan PLK,...
Sidang Gugatan PLK, Saksi Sebut Organisasi Penerus HCL Tak Punya Dasar Hukum
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Infografis
Berapa Gaji Guru PPPK...
Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved