Kembali ke Panggung Dunia: Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB

Senin, 22 September 2025 - 17:34 WIB
loading...
A A A
Dalam forum ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia memegang teguh filosofi politik luar negeri yang bebas aktif, netral, dan mengedepankan hubungan damai dengan semua pihak. Presiden Prabowo menekankan bahwa prinsip netralitas ini sejalan dengan filosofi kuno yang menjadi warisan peradaban Asia.

Bahkan, dalam forum ini dia mengutip pernyataan Presiden Afrika elatan, Nelson Mandela. “Seribu teman terlalu sedikit. Satu musuh terlalu banyak”. Langkah Prabowo ini patut diapresiasi, bukan hanya karena keberaniannya mengambil sikap netral di tengah tekanan berbagai blok kekuatan dunia, tetapi karena ia berhasil menempatkan Indonesia sebagai juru damai yang kredibel dan dihormati.

Sikap nonblok yang dijaga Prabowo bukanlah bentuk pasif atau menghindari tanggung jawab global. Namun sebaliknya, netralitas aktif ini menjadi kekuatan tersendiri. Dalam dunia yang mudah terseret arus “blok-blokan”, keberanian untuk berdiri tegak di tengah sebagai penengah adalah bentuk kemandirian politik luar negeri yang patut dibanggakan.

Lebih dari itu, inspirasi dari sosok Nelson Mandela yang disebut Prabowo dalam wawancara juga mencerminkan pendekatan politik yang inklusif, visioner, dan berjiwa besar. Ini mengedepankan rekonsiliasi daripada dendam, mengutamakan solusi damai ketimbang eskalasi, dan inilah nilai-nilai universal yang justru dibutuhkan dunia saat ini.

Prinsip-prinsip ini tentu tidak hanya baik bagi politik luar negeri, tapi juga memberi arah bagi politik dalam negeri Indonesia. Terlebih di tengah kekhawatiran dunia akan meningkatnya konflik bersenjata dan rivalitas global, suara Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo membawa angin sejuk.

Sebuah pengingat bahwa kekuatan tidak selalu harus ditunjukkan lewat senjata, tetapi lewat keberanian untuk berdamai dan lewat diplomasi yang berani berdiri di atas semua pihak. Tentu, di podium PBB forum paling bergengsi di dunia nanti, Prabowo diharapkan dapat menyampaikan gagasan dan ide solusi masalah (problem solver) global saat ini.

Ada beberapa kawan dari bekas pimpinan aktivis pergerakan Malaysia; Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM). Organisasi yang telah mencetak Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Dan dari Students Islamic Organisation (SIO) India. Dalam dialog tempo hari, mereka menyampaikan harapan besar pada pidato Prabowo diforum PBB membawa semangat kembali nilai-nilai deklarasi KTT Asia Afrika 1955 di Bandung.

Karena dianggapnya beberapa butir isi deklarasinya masih relevan menjadi menifestasi dalam forum PBB yang bakal dihadiri oleh 193 negara anggota. Jika kita tengok, dalam buku sejarah KTT Asia-Afrika 1955 dijelaskan bahwa tujuan gerakan ini adalah untuk melawan kolonialisme dan imperialisme, mempromosikan solidaritas antarnegara Asia dan Afrika yang baru merdeka, memperjuangkan perdamaian dunia di tengah perang dingin, serta membangun kerja sama dan persahabatan antarbangsa berdasarkan prinsip kesetaraan dan keadilan. (Wildan S Utama, 2017).

Tegaskan Keamanan Regional dan Global


Dalam isu keamanan, Prabowo harus mengangkat dua dimensi penting yaitu menjaga stabilitas di Asia Tenggara dan mendorong perdamaian di wilayah konflik seperti Palestina-Israel dan negara-negara timur tengah, Rusia-Ukraina, dan Afrika Sub-Sahara. Terkait konflik Israel-Palestina, Prabowo diharapkan kembali mengangkat solusi dua negara (two-state solution) di forum itu.

Sebab Indonesia telah lama menjadi salah satu suara kuat yang membela hak-hak rakyat Palestina. Di tengah kemunduran diplomasi damai dan meningkatnya ketegangan militer di berbagai kawasan, Indonesia dapat memainkan peran sebagai mediator yang netral namun tegas dalam prinsip.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
Harlah PKB, Gus Muhaimin...
Harlah PKB, Gus Muhaimin Tekankan Arah Pembangunan Prabowo
Prabowo: Untuk Apa Merdeka...
Prabowo: Untuk Apa Merdeka Kalau Tidak Memberi Makan
Prabowo Pimpin Sidang...
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Jelang 2 Tahun Pemerintahan
Apresiasi Prabowo soal...
Apresiasi Prabowo soal Blok Masela, Welhelm Perindo: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bangun Poros Baru Indonesia Timur
Sukseskan MBG, Aliansi...
Sukseskan MBG, Aliansi Asta Cita Merah Putih 08 Luncurkan Gerakan Minum Susu
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
Rekomendasi
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Berita Terkini
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved