Penundaan Pilkada, Rem Darurat Cegah Kluster Baru Covid-19

Sabtu, 12 September 2020 - 08:02 WIB
loading...
A A A
Kendati desakan penundaan pilkada nyaring disuarakan berbagai kalangan, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pilkada serentak tetap harus dilaksanakan, meskipun saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Penyelenggaraan pilkada harus tetap dilakukan dan tidak bisa menunggu sampai pandemi berakhir karena memang kita tidak tahu. Negara manapun tidak tahu kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir,” katanya saat membuka rapat terbatas, Selasa (8/9/2020).

Karena itu, Jokowi meminta agar pilkada kali ini harus menggunakan cara baru dengan memberlakukan protokol kesehatan. “Penyelenggara pilkada harus dilaksanakan dengan norma baru, dengan cara baru,” tuturnya.

Jokowi meminta seluruh aparat pemerintah terkait aktif mendisiplinkan masyarakat. “Saya minta semua pihak, pada penyelenggara pemilu KPU, Bawaslu, aparat pemerintah, jajaran keamanan, penegak hukum, seluruh aparat TNI/Polri, seluruh tokoh masyarakat, tokoh organisasi untuk aktif bersama-sama mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan,” tuturnya. (Baca juga: Sektor Transportasi Darat masih Meraba PSBB Total ala Anies)

Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera mengungkapkan bahwa tidak mudah bagi Komisi II, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan KPU untuk memutuskan pilkada serentak digelar tahun ini. Dia membeberkan sebelumnya ada tiga opsi, yakni digelar 9 Desember 2020, Maret 2021, dan September 2021. Konsultasi juga sempat dilakukan dengan Doni Monardo yang saat itu sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Tidak ada kepastian bahwa Covid-19 akan berakhir di September atau di Maret 2021, tidak pastinya juga di Desember. Tetapi kalau kita tunda akan ada plt (pelaksana tugas) kepala daerah massal," ujar Mardani dalam webinar Fokus SINDO bertajuk ”Kampanye di Masa Pandemi”, Rabu (22/7/2020).

Memang banyak kepala daerah yang berakhir masa baktinya pada Februari 2021. "Tapi kalau kita tunda September 2021, Kemendagri sebagai pihak penanggung jawab plt juga keberatan karena ini tidak sehat. Ada 270 daerah, semuanya plt di bawah Kemendagri. Ini berbahaya buat demokrasi," ujar politikus PKS ini. (Lihat videonya: Razia Masker, Banyak Pengendara Nekat Kabur)

Mardani memastikan, Komisi II DPR RI akan betul-betul mengawasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. "Menjaga betul-betul tidak boleh ada kluster baru dari Covid-19 ini akibat pilkada yang diselenggarakan Desember 2020," jaminnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan tidak menutup kemungkinan sanksi diskualifikasi bagi paslon yang melanggar protokol kesehatan. Berbeda dengan itu, KPU beranggapan sampai saat ini belum ada undang-undang yang mengatur tentang diskualifikasi paslon yang melanggar protokol kesehatan. Di lain pihak, Bawaslu berpandangan soal sanksi hanya diatur dalam PKPU dan UU Karantina Kesehatan. (Abdul Rochim/SINDOnews)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
GKSR Usulkan Parliamentary...
GKSR Usulkan Parliamentary Threshold 1%, Ferry Kurnia: Cegah Suara Terbuang
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
DPR Soroti Penggunaan...
DPR Soroti Penggunaan Helikopter KPU, Harap Bisa Dapat Sanksi Tegas
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Rekomendasi
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
Berita Terkini
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Dokter Tifa Klaim Simpan...
Dokter Tifa Klaim Simpan Bukti Kejanggalan Ijazah Jokowi Meski Eksepsinya Diterima
Sudaryono Jadi Kepala...
Sudaryono Jadi Kepala BGN, Aktivis 98 Yakin Program MBG Jadi Lebih Baik
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas selama 3,5 Jam di Istana, Ini yang Dibahas
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Khozinudin Sebut Tidak Ada Kejelasan tentang Ijazah Jokowi
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved