Wake Up Call for Indonesia

Kamis, 04 September 2025 - 21:52 WIB
loading...
A A A
Peristiwa ini menyingkap wajah demokrasi kita yang berhenti pada level prosedural: sekadar pemilu lima tahunan yang hanya berkutat pada perebutan suara dan kekuasaan, tanpa menjawab persoalan keadilan sosial. Padahal, demokrasi sejatinya harus bersifat substantif—menjamin kesejahteraan, kebebasan, dan martabat rakyat.

Partai politik, yang mestinya menjadi pilar utama demokrasi, kini justru semakin jauh dari mandat ideologis dan konstitusional. Para wakil rakyat yang lahir dari proses politik tidak lagi memahami kondisi rakyat yang timpang dan jauh dari sejahtera. Realitas reformasi menunjukkan bahwa partai politik berubah menjadi korporasi politik yang lebih sibuk menjaga kekuasaan ketimbang memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Titik mula koreksi terlihat jelas: kenaikan tunjangan yang tinggi bagi anggota dewan kontras dengan musibah yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pekerja keras dari kalangan rakyat kecil. Dari sini, semakin nyata bahwa institusi negara harus segera diperbaiki agar kembali berpihak pada kepentingan rakyat.

Pesan itu sejatinya telah jauh-jauh hari diingatkan oleh Cak Nur dalam NDP Bab V. Negara, kata beliau, sejak awal adalah bentuk masyarakat yang terpenting, dan pemerintah hanyalah amanat yang lahir dari rakyat untuk menegakkan keadilan. Tugas fundamental pemerintah ialah melindungi martabat manusia, memastikan kebebasan tidak dirusak oleh kerakusan, dan menjamin bahwa setiap warga mengambil bagian dalam tanggung jawab bersama melalui demokrasi.

Keadilan yang dimaksud bukan sekadar legalitas formal, melainkan distribusi kesejahteraan yang wajar. Ketika kekayaan terkonsentrasi pada segelintir orang, sementara mayoritas rakyat terjebak dalam kemiskinan, maka keadilan berubah menjadi kezaliman. Di titik ini, sejarah menunjukkan bahwa pertentangan antara yang menindas dan yang ditindas tak terhindarkan, dan pada akhirnya kebenaran berpihak kepada kaum miskin.

Cak Nur mengingatkan, kejahatan terbesar di bidang sosial-ekonomi adalah penindasan oleh kapitalisme: ketika harta dan modal menguasai manusia, bukan manusia yang menguasai harta. Itulah sebabnya menegakkan keadilan berarti membatasi akumulasi kekayaan, memberantas praktik penindasan, dan mengarahkan seluruh sumber daya untuk kepentingan umum. Zakat, distribusi adil, dan larangan terhadap cara memperoleh kekayaan yang haram adalah pilar koreksi menuju masyarakat yang bermartabat.

Pesan inilah yang relevan untuk kondisi Indonesia hari ini. Krisis demokrasi dan kesenjangan sosial tidak akan selesai dengan prosedur politik belaka, melainkan dengan menegakkan prinsip keadilan sebagaimana amanat Pancasila dan nilai Ketuhanan.

Negara wajib membuka akses pendidikan, menjamin kesempatan kerja, melindungi keluarga, dan memastikan distribusi kekayaan nasional secara adil. Hanya dengan itu, demokrasi tidak lagi berhenti pada ritual lima tahunan, tetapi hadir nyata dalam keseharian rakyat sebagai kesejahteraan, kebebasan, dan martabat.

Kita melangkah lagi dengan penuh harap tetapi juga penuh perhitungan NDP: mengingatkan bahwa negara berdiri untuk keadilan, bukan untuk memperkaya segelintir elite. Jika hal imi dijalankan, Indonesia tidak akan runtuh dalam proseduralisme kosong, tetapi bangkit menuju masyarakat yang adil, makmur, dan berketuhanan.

Membangun Keadilan Fiskal
Kepercayaan rakyat terhadap pengelolaan fiskal negara bukanlah sesuatu yang lahir begitu saja. Ia tumbuh dari keterbukaan, konsistensi, dan keberpihakan pemerintah pada kepentingan rakyat. Sayangnya, dalam beberapa waktu terakhir, kepercayaan tersebut terasa rapuh. Rakyat semakin kritis melihat arah penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara kondisi ekonomi sehari-hari makin menekan.

Pemerintah perlu berhenti menutup mata dari realitas ekonomi yang semakin berat dirasakan masyarakat. Harga kebutuhan pokok naik, lapangan pekerjaan tak bertambah signifikan, dan daya beli melemah.

Dalam situasi seperti ini, retorika optimisme yang berlebihan tanpa langkah nyata justru memperlebar jurang ketidakpercayaan. Rakyat tidak membutuhkan ilusi, melainkan pengakuan jujur atas tantangan yang ada, disertai solusi konkret untuk mengatasinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Rekomendasi
Hadapi Gugatan Ruben...
Hadapi Gugatan Ruben Onsu, Sarwendah Klaim Simpan Fakta yang Belum Pernah Diungkap
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Kontroversi Kartu Merah...
Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Seret Nama Lionel Messi
Berita Terkini
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Dengarkan Keterangan...
Dengarkan Keterangan Ahli Polda Metro Jaya, Roy Suryo Optimistis Praperadilannya Dikabulkan
Kolonel BU Diduga Terlibat...
Kolonel BU Diduga Terlibat Korupsi Tata Kelola MBG, Mabes TNI Koordinasi dengan Kejagung
Kejagung: Peran Oknum...
Kejagung: Peran Oknum TNI di Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Motor Listrik MBG Gelembungkan Harga
Indonesia Segera Buka...
Indonesia Segera Buka KBRI di Belarus, Lukashenko Apresiasi Prabowo
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved