Garis Tipis Antara Pembenaran Diri dan Kepercayaan Diri yang Sesungguhnya

Selasa, 02 September 2025 - 16:48 WIB
loading...
Garis Tipis Antara Pembenaran...
Zikri Neni Iska - Dosen Psy & GC FITK UIN Jakarta. Foto/Dok Pribadi
A A A
Zikri Neni Iska
Dosen Psy & GC FITK UIN Jakarta

Dalam percakapan sehari-hari, sering kali kita mendengar orang berkata, "Saya tidak malas, saya hanya bekerja lebih baik di bawah tekanan," atau "Saya tidak salah, saya hanya bersikap jujur dan berterus terang." Pada awalnya, pernyataan-pernyataan ini terdengar seperti ungkapan kepercayaan diri.Pernyataan-pernyataan ini memberikan kesan bahwa pembicara mengetahui siapa diri mereka dan tidak takut dihakimi. Namun jika kita melihat lebih dekat, banyak dari pernyataan ini yang sama sekali tidak menunjukkan rasa percaya diri. Mereka adalah apa yang disebut psikologi sebagai pembenaran diri: tindakan membela diri dengan alasan dan narasi yang terdengar meyakinkan tapi pada akhirnya lebih melindungi ego daripada menyelesaikan masalah.

Bahaya dari pembenaran diri terletak pada betapa mudahnya pembenaran itu menyamar sebagai rasa percaya diri. Orang yang membenarkan diri sendiri sering kali terlihat tegas, bahkan bangga, tetapi di dalam hati mereka tetap merasa tidak aman. Sebuah studi pada tahun 2022 yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology menemukan bahwa karyawan yang sering menggunakan pembenaran diri berkinerja hingga 30 persen lebih buruk daripada mereka yang mengakui kesalahannya.

Studi lain di Frontiers in Psychology (2023) menunjukkan bahwa orang-orang ini lebih rentan terhadap kelelahan dan lebih resisten terhadap umpan balik, kombinasi yang diam-diam membunuh karier dan hubungan.Untuk memahami alasannya, psikologi menawarkan penjelasan melalui Teori Disonansi Kognitif dari Leon Festinger. Ketika tindakan kita bertentangan dengan nilai-nilai kita, kita merasakan ketidaknyamanan psikologis. Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, kita membangun penjelasan yang menjaga citra diri kita.

Bayangkan seorang karyawan yang melewatkan tenggat waktu. Alih-alih mengakui perencanaan yang buruk, ia malah berkata, "Saya seorang perfeksionis; saya hanya ingin semuanya sempurna." Di permukaan, hal tersebut terdengar seperti sebuah pengakuan yang penuh percaya diri akan standar yang tinggi. Namun di balik itu terdapat penolakan untuk bertanggung jawab.

Bandingkan hal ini dengan kepercayaan diri yang sesungguhnya. Menurut Teori Efikasi Diri Albert Bandura, kepercayaan diri dibangun di atas penguasaan yang nyata: keyakinan bahwa "Saya dapat mengatasi tantangan ini" karena pengalaman dan usaha, bukan karena alasan.Karyawan yang percaya diri akan berkata, "Saya mengatur waktu dengan buruk. Lain kali saya akan menetapkan target yang lebih jelas." Singkat, langsung, dan berfokus pada solusi. Tidak ada cerita yang bersifat defensif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Seni Berkomunikasi Soft...
Seni Berkomunikasi 'Soft Rejection' untuk Kesehatan Mental
Program Titian Psikolog...
Program Titian Psikolog Klinis: Upaya Menjembatani Kebutuhan Tenaga Kesehatan Jiwa Indonesia
Broken Strings: Ketika...
Broken Strings: Ketika Bertahan Hidup Disalahartikan sebagai Kelemahan
Peran Ganda Bukan Beban,...
Peran Ganda Bukan Beban, Melainkan Panggung Ketangguhan Wanita Modern
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Tabrakan Kereta Bekasi...
Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Ini Penjelasan Psikolog Unair
Rekomendasi
AQUA Sukses Redakan...
AQUA Sukses Redakan Dahaga Penonton yang Seru-seruan Bareng Idola di Musiczone Sarinah
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
Berita Terkini
Demam Piala Dunia: Ketika...
Demam Piala Dunia: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Kabar Duka, Sekjen AMSI...
Kabar Duka, Sekjen AMSI Maryadi Meninggal Dunia
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved