Garis Tipis Antara Pembenaran Diri dan Kepercayaan Diri yang Sesungguhnya

Selasa, 02 September 2025 - 16:48 WIB
loading...
A A A
Perbedaan ini mungkin terlihat kecil, namun dampaknya sangat besar. Pembenaran diri meredakan ketidaknyamanan untuk sementara waktu, namun tidak menyentuh masalah yang mendasarinya. Sebaliknya, rasa percaya diri mungkin terasa perih pada saat itu-karena memaksa kita untuk mengakui kesalahan-tetapi hal ini menciptakan kemungkinan untuk berubah. Sebuah studi pada tahun 2024 di Self and Identity menemukan bahwa individu yang percaya diri melakukan penilaian diri yang lebih jujur, sehingga menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Sementara itu, kebiasaan membenarkan diri sendiri,

menurut Cognitive Research: Principles and Implications (2024), lebih rentan terhadap bias kepercayaan diri yang berlebihan sehingga merasa benar meskipun terbukti salah.Kehidupan sehari-hari memberikan contoh yang tak terhitung jumlahnya tentang betapa mudahnya kedua hal tersebut tertukar.

Seorang mahasiswa yang gagal dalam ujian mungkin berkata, "Dosennya tidak bisa mengajar, itu sebabnya saya tidak berhasil." Itu adalah pembenaran diri. Jawaban yang lebih percaya diri adalah, "Saya tidak cukup mempersiapkan diri; saya perlu strategi baru." Di tempat kerja, seseorang yang menghindari kolaborasi mungkin dengan bangga menyatakan, "Saya hanya mandiri, saya tidak membutuhkan tim." Kedengarannya memang berani, namun sebenarnya itu adalah cara untuk menghindari menghadapi kelemahan.

Kepercayaan diri yang sesungguhnya: "Kerja tim memang sulit bagi saya, tapi saya belajar untuk menjadi lebih baik." Bahkan dalam hubungan, perbedaannya sangat jelas. Mengatakan, "Saya tidak perlu meminta maaf, jika mereka mencintai saya, mereka akan menerima saya apa adanya," adalah pembenaran diri yang disamarkan sebagai kesombongan. Keyakinan akan terdengar seperti: "Saya salah. Saya akan mencoba untuk mendengarkan dengan lebih baik di lain waktu."

Jadi bagaimana kita bisa membedakannya? Motivasi di balik kata-kata tersebut adalah kuncinya. Pembenaran diri dimotivasi oleh rasa takut: takut dihakimi, takut gagal, takut terlihat lemah. Percaya diri dimotivasi oleh penerimaan, kemauan untuk mengakui kesalahan, untuk belajar, dan untuk maju. Setelah pembenaran diri, seseorang sering kali merasa lega hanya sesaat, diikuti dengan rasa tidak aman yang berkepanjangan. Setelah pernyataan percaya diri, seseorang merasa tenang, bertanggung jawab, dan siap untuk bertindak.

Konsekuensi bagi organisasi juga mencolok. Sebuah studi tahun 2023 di Frontiers in Psychology mengungkapkan bahwa karyawan yang membenarkan diri sendiri cenderung menolak perubahan. Mereka berpegang pada alasan-alasan lama alih-alih mencoba pendekatan baru, sehingga memperlambat inovasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Seni Berkomunikasi Soft...
Seni Berkomunikasi 'Soft Rejection' untuk Kesehatan Mental
Program Titian Psikolog...
Program Titian Psikolog Klinis: Upaya Menjembatani Kebutuhan Tenaga Kesehatan Jiwa Indonesia
Broken Strings: Ketika...
Broken Strings: Ketika Bertahan Hidup Disalahartikan sebagai Kelemahan
Peran Ganda Bukan Beban,...
Peran Ganda Bukan Beban, Melainkan Panggung Ketangguhan Wanita Modern
Kisah Rofi, Anak Pedagang...
Kisah Rofi, Anak Pedagang Ikan Keliling yang Lolos SNBP dan Kuliah di UGM
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Rekomendasi
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Tak Asal Review! Aleta...
Tak Asal Review! Aleta Novianda Bocorkan 5 Cara Bikin Konten Review Skincare yang Menarik Jutaan Penonton
IOC Tolak Investigasi...
IOC Tolak Investigasi Presiden FIFA atas Kontroversi Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved