Garis Tipis Antara Pembenaran Diri dan Kepercayaan Diri yang Sesungguhnya

Selasa, 02 September 2025 - 16:48 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, penelitian dalam Journal of Positive Psychology (2022) menunjukkan bahwa karyawan dengan kepercayaan diri yang sehat melaporkan kepuasan kerja yang lebih tinggi dan lebih cepat beradaptasi dengan perubahan. Di pasar kerja yang tidak stabil saat ini, di mana kemampuan beradaptasi menentukan siapa yang berkembang dan siapa yang stagnan, perbedaan ini lebih dari sekadar pribadi, tetapi juga strategis.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menghindari tergelincir ke dalam pembenaran diri? Langkah pertama adalah kesadaran. Ketika tergoda untuk memberikan penjelasan yang panjang, berhentilah sejenak dan tanyakan: apakah saya sedang berusaha menyelesaikan masalah, atau saya hanya melindungi citra saya?
Kedua, fokuslah pada fakta dan bukan pada cerita. Alasan sering kali terdengar rumit; kepercayaan diri berbicara dengan sederhana. Ketiga, rangkullah ketidaknyamanan alih-alih lari darinya. Disonansi kognitif bukanlah musuh, melainkan sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diubah. Keempat, berlatihlah membingkai ulang kegagalan.

Alih-alih mengatakan "Saya gagal karena keadaan tidak adil," cobalah mengatakan "Saya gagal karena saya tidak sepenuhnya siap-besok saya akan mempersiapkan diri dengan cara yang berbeda." Studi dalam terapi perilaku kognitif menunjukkan bahwa pembingkaian ulang seperti itu dapat secara signifikan meningkatkan ketahanan.Hal yang tidak kalah penting adalah mengembangkan pola pikir pertumbuhan. Seperti yang ditunjukkan oleh Carol Dweck, orang yang memandang kegagalan sebagai umpan balik cenderung tidak membenarkan dan lebih cenderung mencoba lagi. Dikombinasikan dengan penelitian Kristin Neff tentang belas kasihan diri, pola pikir ini memungkinkan kita untuk mengakui kesalahan tanpa merasa tidak berharga.

Jadi, kepercayaan diri bukanlah kesombongan. Ini adalah kerendahan hati dalam tindakan: keberanian untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, dan percaya pada kemampuan diri sendiri untuk berkembang.Pada akhirnya, perbedaan antara pembenaran diri dan kepercayaan diri bukanlah tentang nada atau bahasa-ini tentang kebenaran. Yang satu bersembunyi darinya, yang lain menerimanya. Yang satu berusaha untuk terlihat kuat, yang lain berusaha untuk menjadi kuat. Tantangan bagi kita semua adalah untuk menyadari ketika kita mencampuradukkan keduanya. Karena masa depan kita tidak akan dibentuk oleh alasan, betapapun meyakinkannya, tetapi oleh keberanian untuk mengakui, belajar, dan bertumbuh.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Seni Berkomunikasi Soft...
Seni Berkomunikasi 'Soft Rejection' untuk Kesehatan Mental
Program Titian Psikolog...
Program Titian Psikolog Klinis: Upaya Menjembatani Kebutuhan Tenaga Kesehatan Jiwa Indonesia
Broken Strings: Ketika...
Broken Strings: Ketika Bertahan Hidup Disalahartikan sebagai Kelemahan
Peran Ganda Bukan Beban,...
Peran Ganda Bukan Beban, Melainkan Panggung Ketangguhan Wanita Modern
Kolonel Kes Theresia...
Kolonel Kes Theresia Soepi Resmi Jabat Kepala Dinas Psikologi TNI AU, Ini Profilnya
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Jurusan Psikologi Pakai Cadar, Identitasnya Terbongkar dari Suara
Dewi Perssik Kuliah...
Dewi Perssik Kuliah Psikologi demi Anak dan Sembuhkan Luka Masa Lalu
Tabrakan Kereta Bekasi...
Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Ini Penjelasan Psikolog Unair
Rekomendasi
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Berita Terkini
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
OTT di Muara Enim, KPK...
OTT di Muara Enim, KPK Tangkap 10 Orang Termasuk Bupati Edison
Tangis Nanik S Deyang...
Tangis Nanik S Deyang Pecah setelah Dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN
Anwar Abbas Apresiasi...
Anwar Abbas Apresiasi Kejagung Tangkap Petinggi BGN: Bukti Hukum Tidak Pandang Bulu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved