Broken Strings: Ketika Bertahan Hidup Disalahartikan sebagai Kelemahan

Jum'at, 06 Februari 2026 - 15:16 WIB
loading...
Broken Strings: Ketika...
Anggota Kolegium Psikologi Klinis Indonesia, Robert O. Rajagukguk, PhD., Psikolog. Foto/Dok Pribadi.
A A A
Robert O. Rajagukguk, PhD., Psikolog, Anggota Kolegium Psikologi Klinis Indonesia

Setiap kali sebuah kisah kekerasan dalam relasi muncul ke ruang publik, pertanyaan yang hampir selalu muncul di benak kita adalah: “Mengapa dia tidak pergi?” Pertanyaan ini terdengar sederhana, bahkan masuk akal. Namun sesungguhnya, pertanyaan itulah yang paling sering melukai korban untuk kedua kalinya.

Baru-baru ini ramai diperbincangkan sebuah memoar yang berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda Yang Patah ditulis oleh Aurelie Moeremans. Seorang teman mengirimkan buku elektronik kepada penulis. Memoar Broken Strings—yang mengisahkan pengalaman kekerasan psikologis dan seksual dalam relasi intim—membuka mata kita pada satu kenyataan penting: bertahan hidup sering kali disalahartikan sebagai kelemahan, padahal justru itulah bentuk kecerdikan jiwa ketika tidak ada pilihan aman lain.

Dalam psikologi modern, khususnya pendekatan psikopatologi relasional, yang menggunakan paradigma psikopatologi dari John Buclew, penderitaan manusia tidak lagi dilihat semata-mata sebagai “masalah individu”, melainkan sebagai jejak dari relasi yang tidak aman, timpang, dan merusak. Banyak respons korban yang tampak “tidak rasional” dari luar—diam, patuh, memaafkan, bahkan kembali—sebenarnya adalah strategi bertahan hidup yang lahir dari ancaman nyata.

Kekerasan dalam relasi jarang dimulai dengan pukulan. Ia sering diawali dengan perhatian berlebihan, klaim cinta yang absolut, dan janji perlindungan. Perlahan, perhatian berubah menjadi kontrol. Kepedulian berubah menjadi tuntutan. Cinta berubah menjadi alat manipulasi. Pada titik ini, korban tidak lagi berhadapan dengan satu peristiwa, melainkan dengan medan relasi yang terus-menerus membuatnya tidak aman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kekerasan Fisik dan...
Kekerasan Fisik dan Seksual Masih Ada, Menag: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak
Nasaruddin Umar: Tidak...
Nasaruddin Umar: Tidak Ada Toleransi Terhadap Kekerasan Fisik dan Seksual di Pesantren
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
Menag: Tak Ada Toleransi...
Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
PBB Masukkan Israel...
PBB Masukkan Israel dalam Daftar Hitam Kekerasan Seksual, Zionis Bekukan Hubungan dengan Guterres
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Rekomendasi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Berita Terkini
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Infografis
Pengadilan China Melelang...
Pengadilan China Melelang 100 Ton Buaya Hidup Rp9,2 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved