Kenapa Harga Beras Tidak Juga Turun?

Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:58 WIB
loading...
A A A
Pertama, relaksasi skema penyaluran SPHP. Relaksasi bukan berarti melonggarkan pengawasan. Justru relaksasi harus dibarengi pengawasan yang ketat. Kalau masih ada penyeleweng harus ditindak tegas. Agar ada efek jera. Lazimnya operasi pasar adalah mengguyur beras untuk pasar (baca: pedagang di pasar). Sasaran operasi pasar adalah pasar, bukan konsumen akhir. Indikatornya harga beras di pasar. Jejaring penyalur SPHP saat ini belum memungkinkan aliran beras berjumlah besar dan menyebar luas.

Kedua, menghentikan penyerapan BULOG melalui skema maklun. Dalam konteks ini rencana menambah target penyerapan beras BULOG sebesar 1 juta ton harus dibatalkan. Rencana ini dipastikan membuat salah urus semakin tidak terurus. Dengan stok beras di gudang BULOG saat ini mencapai 4 juta ton justru fokus harus dialihkan ke penyaluran.

Mengapa? Agar stok yang besar terhindar dari risiko susut volume, turun mutu, dan bahkan rusak. Jangan lupa, beras di gudang BULOG itu ada yang usianya lebih setahun. Beras itu potensial berbau apek. Penyaluran segera dalam jumlah besar juga untuk mengurangi beban pengelolaan di gudang. Per Mei 2025, dalam neraca keuangan BULOG merugi Rp4,3 triliun. Lalu, fokus penyaluran itu dimaksudkan untuk menjenuhi pasar agar harga beras di pasar turun, setidaknya tertahan agar tidak naik.

Ketiga, seperti saran sebelumnya, pemerintah harus menarik Satgas Pangan dari fungsi polisi ekonomi. Dalam catatan sejarah, pendekatan keamanan seperti ini sudah dilakukan sejak 1950-an dan tidak berhasil. Pendekatan ini telah menempatkan pelaku usaha sebagai 'musuh negara' dan amat terbuka mereka diperlakukan seperti penjual barang ilegal. Ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpastian berusaha.

Selain itu, pendekatan keamanan berpeluang memunculkan sinyal palsu. Misal, harga beras turun. Penurunan harga terjadi bukan karena mekanisme pasar yang normal, tetapi lantaran ada "pemaksaan" dan ketakutan. Kalau sinyal palsu ini dijadikan dasar membuat kebijakan, kebijakannya bisa salah arah. Karena itu, sebaiknya Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional berada di depan. Kalau ada temuan kecurangan, baru penegak hukum bergerak.

Tiga langkah itu harus dibarengi kebijakan penyesuaian HET beras. Hemat saya, kisruh perberasan saat ini salah satu akarnya adalah HET beras yang menghimpit pelaku di hilir: pedagang dan penggilingan. Terjadi ketidakseimbangan insentif antara pelaku di hulu dan hilir. Gabah adalah bahan baku beras. Ketika HPP gabah dinaikkan menjadi Rp6.500/kg tidak masuk akal HET beras, medium dan premium tidak disesuaikan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Urgensi Cadangan Beras...
Urgensi Cadangan Beras Pemerintah Multikualitas
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
Mini Soccer Bulog Perkuat...
Mini Soccer Bulog Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Stakeholder
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Rekomendasi
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Penuh Misteri dan Aksi,...
Penuh Misteri dan Aksi, The Thief Lover di V+Short Bikin Ketagihan Nonton
Seluruh Member NCT 127...
Seluruh Member NCT 127 Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment, Fans Lega
Berita Terkini
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
KPK Sita Uang-Perhiasan...
KPK Sita Uang-Perhiasan usai Geledah Rumah Dinas Bupati dan Kantor Dinas Kabupaten Sukoharjo
TKBM Pelabuhan Ungkap...
TKBM Pelabuhan Ungkap Platform Digital Dermaga Atasi Masalah Bongkar Muat
Pemerintah Bakal Batasi...
Pemerintah Bakal Batasi Konten LGBT, Aturan Teknis Masih Disiapkan
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved