Kenapa Harga Beras Tidak Juga Turun?

Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:58 WIB
loading...
Kenapa Harga Beras Tidak...
Khudori, Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) dan Komite Pendayagunaan Pertanian (KPP). Foto/Ist
A A A
Khudori
Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) dan Komite Pendayagunaan Pertanian (KPP). Foto/Ist

WARGA di sejumlah daerah mengeluh. Mereka harus merogoh kantong lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras. Keluhan warga terhadap harga beras tinggi, bahkan naik, sudah terekam cukup lama. Di saat pendapatan seret, kenaikan harga beras membuat warga, terutama yang miskin dan rentan, harus merealokasi pengeluaran keluarga. Pangan inferior, termasuk beras diluar kualitas, dibeli dan dikonsumsi.

Untuk mendinginkan suasana, pemerintah yang diwakili otoritas berwenang membantah kenaikan harga beras yang masih terus berlanjut. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengklaim harga beras mulai turun, termasuk di retail modern, seiring intensnya pengawasan. Ia juga menjelaskan operasi pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang gencar dilakukan. Ihwal beras mahal ia menunjuk soal distribusi.

Klaim harga beras turun tidak sesuai kenyataan. Merujuk data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS), pada pekan kedua Agustus 2025 harga rerata nasional beras medium dan premium di zona 1 masing-masing Rp14.012/kg dan Rp 15.435/kg. Harga itu lebih tinggi dibandingkan harga pada Juli 2025: Rp13.853/kg untuk beras medium dan Rp15.310/kg untuk beras premium. Keduanya melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Di zona 2 dan 3 situasinya sami mawon (sama saja). Harga rerata nasional beras medium dan premium di zona 2 pada pekan kedua Agustus 2025 masing-masing Rp14.875/kg dan Rp16.625/kg. Harga itu lebih tinggi dibandingkan harga Juli 2025: Rp14.666/kg untuk beras medium dan Rp16.458/kg untuk beras premium. Keduanya juga melampaui HET di zona 2. Apa maknanya? Harga beras terus naik. Lalu, kenapa ini terjadi?

Pertama, operasi pasar SPHP belum efektif. Sejak disalurkan kembali mulai 14 Juli lalu, BULOG baru mengalirkan 226.005 ton beras SPHP. Itu hitungan sampai 19 Agustus 2025. Dari 226.005 ton itu 181.192 ton diantaranya tersalur pada Januari hingga pekan pertama Februari 2025. Itu berarti dari 14 Juli-19 Agustus 2025 tersalur 44.813 ton atau rerata 1.211 ton per hari. Jumlah ini terlalu kecil. Tidak nendang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tepis Feri Amsari, HKTI...
Tepis Feri Amsari, HKTI Sebut Kondisi Riil Stok Beras Melimpah
Mensos Bakal Aktifkan...
Mensos Bakal Aktifkan Lagi PBI JK bagi 106.000 Penderita Penyakit Katastropik
54 Juta Warga Miskin...
54 Juta Warga Miskin Belum Terima PBI JK, Tapi Ada 15 Juta Warga Mampu Justru Menerima
Harga Beras Dunia Turun...
Harga Beras Dunia Turun Drastis karena Indonesia Tak Impor Tahun Ini?
Muhammadiyah Terima...
Muhammadiyah Terima Amanah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan Kemanusiaan UEA bagi Korban Banjir
Kronologi 250 Ton Beras...
Kronologi 250 Ton Beras Impor Ilegal dari Thailand Masuk lewat Sabang Dibongkar Mentan
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Rekomendasi
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved