Teruskan 11 Ribu Laporan ke PPATK, Gebuk Judol Ajak Masyarakat Perangi Judi Online
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan ini menjadi indikasi kuat bahwa upaya kolektif memerangi persebaran judol mulai menunjukkan dampak nyata. Ditandai tingginya partisipasi masyarakat sebagai bukti peran penting dalam menjaga ruang digital yang bersih dan berintegritas.
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui Gebuk Judol periode kedua ingin kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali berpartisipasi aktif melaporkan sebanyak-banyaknya akun yang disalahgunakan untuk aktivitas judol. Pelaporan mulai diterima sejak 21 Juli hingga ditutup 20 Agustus 2025.
“Sebagai apresiasi atas kontribusi dalam menjaga ruang digital yang sehat, tiga pelapor dengan laporan valid terbanyak akan menerima hadiah total Rp60 juta,” ujar Karaniya, Jumat (8/8/2025).
Sejak awal 2017, pihaknya proaktif mendukung program pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif bagi masyarakat Indonesia. “Kami tidak hanya memposisikan diri sebagai layanan dan penyedia solusi keuangan digital, tetapi juga bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan nasional seperti judi online yang tidak hanya melanggar hukum, namun menjadi ancaman serius terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Menurut data terbaru PPATK, jumlah transaksi judi online mengalami penurunan signifikan lebih dari 80% jika dibandingkan dengan data tahun lalu. Jumlah transaksi pada periode Januari hingga Maret 2025 sebesar 39.818.000 transaksi, Jika dipertahankan hingga akhir tahun 2025 diperkirakan jumlah transaksi akan tertekan hingga sekitar 160 juta transaksi.
Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan, melalui Gebuk Judol periode kedua ingin kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali berpartisipasi aktif melaporkan sebanyak-banyaknya akun yang disalahgunakan untuk aktivitas judol. Pelaporan mulai diterima sejak 21 Juli hingga ditutup 20 Agustus 2025.
“Sebagai apresiasi atas kontribusi dalam menjaga ruang digital yang sehat, tiga pelapor dengan laporan valid terbanyak akan menerima hadiah total Rp60 juta,” ujar Karaniya, Jumat (8/8/2025).
Sejak awal 2017, pihaknya proaktif mendukung program pemerintah dalam menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif bagi masyarakat Indonesia. “Kami tidak hanya memposisikan diri sebagai layanan dan penyedia solusi keuangan digital, tetapi juga bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan nasional seperti judi online yang tidak hanya melanggar hukum, namun menjadi ancaman serius terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Menurut data terbaru PPATK, jumlah transaksi judi online mengalami penurunan signifikan lebih dari 80% jika dibandingkan dengan data tahun lalu. Jumlah transaksi pada periode Januari hingga Maret 2025 sebesar 39.818.000 transaksi, Jika dipertahankan hingga akhir tahun 2025 diperkirakan jumlah transaksi akan tertekan hingga sekitar 160 juta transaksi.
Lihat Juga :