Satu Abad Indonesia: Tantangan Transformasi Sistem Kesehatan Nasional

Sabtu, 26 Juli 2025 - 17:54 WIB
loading...
A A A
Bahkan, rasio ideal dokter berdasarkan standar World Health Organization (WHO) yakni 1:1000 penduduk belum tercapai. Hingga tahun 2025 di Indonesia, rasio dokter umum terhadap penduduk yakni sebesar 0.76 per 1000 penduduk dan rasio dokter spesialis hanya sebesar 0.18 per 1000 penduduk. Hal ini tentunya harus dapat dituntaskan Pemerintah dengan kerja-kerja kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Persoalan pendanaan kesehatan khususnya sumber pendanaan yang bersumber dari pemerintah daerah seringkali didapatkan masalah adanya keterbatasan keuangan daerah disetai alokasi dana sebagian besar digunakan untuk belanja pegawai dan belanja Pembangunan. Tidak diaturnya mandatory spending dari sumber APBD dalam UU 17/2023 tentang Kesehatan tentu akan menjadi masalah.

Bahkan di saat aturan tersebut masih ada di dalam UU 36/2009, di tahun 2021 hanya sebanyak 313 pemerintah daerah (61,74%) yang mematuhi aturan mandatory spending tersebut. Dapat dibayangkan ketiadaan payung hukum untuk aturan tersebut, pemerintah daerah dapat menurunkan alokasi tersebut padahal kesehatan adalah hal yang fundamental.

Anggaran memiliki peran sentral di bidang kesehatan. Pengurangan anggaran tentunya akan berdampak pada turunnya pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Indonesia 2023, jumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) tercatat sebanyak 10.180 yang terdiri atas 4.210 Puskesmas rawat inap dan 5.970 Puskesmas non-rawat inap. Rasio Puskesmas terhadap kecamatan pada tahun 2021 sebesar 1,4.

Idealnya rasio Puskesmas terhadap kecamatan yaitu 1,0, minimal satu Puskesmas satu kecamatan. Namun terdapat kekurangan fasilitas pelayanan kesehatan di Papua Barat yakni dengan rasio 0,29. Meskipun rasio puskesmas sudah terpenuhi secara nasional, namun persebaran puskesmas masih belum merata di Indonesia.

Minimnya distribusi fasilitas pelayanan kesehatan selanjutnya akan menimbulkan masalah baru yakni minimnya ketersediaan tenaga medis dan tenaga kesehatan khususnya di daerah yang non-perkotaan. Bahkan, kalaupun sudah berdiri infrastruktur fasyankes seringkali didapatkan sarana prasana yang tidak memadai untuk berpraktek.

Kendala ini akan menimbulkan efek domino bagi pembiayaan kesehatan dimana biaya pelayanan akan meningkat dikarenakan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang umumnya harus didatangkan dari daerah lain. Sebagaimana prinsip supply-demand, permintaan terhadap layanan kesehatan yang cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dibandingkan dengan keterbatasan ketersediaan tenaga medis, fasilitas pelayanan kesehatan, dan obat akan berakibat pada peningkatan biaya layanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Deteksi Kesehatan Dini...
Deteksi Kesehatan Dini di Cirebon, 6 dari 10 Peserta Berisiko Tinggi
3 Tahun Jangkau 12 Ribu...
3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
Purbaya Terciduk Jalan-jalan...
Purbaya Terciduk Jalan-jalan ke Mal di Tengah Isu Kesehatan
Rekomendasi
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Pangkas BBM, PLN Borong...
Pangkas BBM, PLN Borong 500 Motor Listrik Polytron Fox 350 Buat Operasional Jawa Timur
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2024, Indonesia Satu Grup dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved