Menyiapkan Anak sebagai Pewaris Masa Depan
Kamis, 24 Juli 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Studi Banks dan Banks (2020) mencatat bahwa perubahan paradigma pendidikan dimulai dari perubahan cara mendidik para pendidik. Jika ingin melindungi dan memajukan anak Indonesia, maka transformasi pendidikan guru adalah keharusan. UNJ dan LPTK lainnya perlu merespons hal ini melalui penguatan kurikulum berbasis nilai-nilai: (1) humanisme pedagogik yaitu sosok guru sebagai pendamping tumbuh kembang anak; (2) digital literacy dimana guru sebagai penjaga etika di ruang digital; (3) inklusivitas, dimana guru sebagai pembela keadilan pendidikan, dan (4) berpikir sistemik, dimana guru sebagai penata masa depan anak dalam ekosistem global.
Tidak kalah pentingnya, UNJ dan LPTK lainnya mengimplementasikan teaching practicum berbasis komunitas, kampus mengajar, serta riset-riset pendidikan transformatif untuk memperkuat praktik dan kebijakan yang berpihak pada anak.
Akhirnya, HAN 2025 adalah pengingat kolektif bahwa masa depan Indonesia berada di tangan anak-anak hari ini. Namun anak-anak tidak tumbuh dalam ruang hampa. Mereka membutuhkan lingkungan yang mendidik, guru yang menginspirasi, dan negara yang hadir.
Ini artinya, UNJ dan LPTK lainnya harus menjalankan amanat sejarah dan konstitusi untuk menyiapkan para guru sebagai arsitek masa depan bangsa. Anak-anak hari ini adalah pewaris peradaban. Maka, mendidik anak berarti menyiapkan masa depan—dan itu dimulai dari mendidik guru yang cerdas, empatik, dan visioner. Jika tidak dimulai saat ini, kapan lagi? Semoga
Tidak kalah pentingnya, UNJ dan LPTK lainnya mengimplementasikan teaching practicum berbasis komunitas, kampus mengajar, serta riset-riset pendidikan transformatif untuk memperkuat praktik dan kebijakan yang berpihak pada anak.
Akhirnya, HAN 2025 adalah pengingat kolektif bahwa masa depan Indonesia berada di tangan anak-anak hari ini. Namun anak-anak tidak tumbuh dalam ruang hampa. Mereka membutuhkan lingkungan yang mendidik, guru yang menginspirasi, dan negara yang hadir.
Ini artinya, UNJ dan LPTK lainnya harus menjalankan amanat sejarah dan konstitusi untuk menyiapkan para guru sebagai arsitek masa depan bangsa. Anak-anak hari ini adalah pewaris peradaban. Maka, mendidik anak berarti menyiapkan masa depan—dan itu dimulai dari mendidik guru yang cerdas, empatik, dan visioner. Jika tidak dimulai saat ini, kapan lagi? Semoga
(nnz)
Lihat Juga :