Menyiapkan Anak sebagai Pewaris Masa Depan

Kamis, 24 Juli 2025 - 17:00 WIB
loading...
A A A
Padahal, menurut oleh UNESCO (2023), lingkungan tempat anak tumbuh sangat menentukan dalam membentuk karakter, nilai, dan kemampuan berpikir kritis mereka. Oleh karena itu, perhatian terhadap kualitas lingkungan belajar—baik fisik maupun digital—menjadi sangat penting. Lingkungan yang mendidik tidak boleh hanya sebatas tempat belajar akademik, melainkan juga sebagai ruang aman secara psikososial.

Studi Jones dan Kahn (2017) merekomendasikan lingkungan belajar yang baik harus bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan intimidasi. Anak-anak perlu merasa aman dan nyaman secara emosional untuk bisa belajar secara optimal. Selanjutnya, lingkungan harus mendidik, mendorong anak untuk mengutarakan pendapat, terlibat dalam pengambilan keputusan, dan memiliki otonomi terbimbing dalam proses belajar (Lundy, 2007).

Jauh sebelumnya, Bronfenbrenner (1994) merekomendasikan lingkungan bagi anak harus menghargai latar belakang sosial-budaya mereka dan menjadikannya bagian dari proses pembelajaran. Anak tidak dipaksa menyesuaikan diri secara homogen, melainkan diakui keragamannya. Hal ini sesuai dengan rekomendasi UNESCO (2020) bahwa lingkungan untuk mendidik anak harus inklusif, tidak mengecualikan anak berdasarkan gender, disabilitas, agama, atau latar belakang ekonomi.

Tidak kalah pentingnya, lingkungan belajar yang mendidik harus bersifat stimulatif, menyediakan berbagai sumber belajar yang beragam, serta mendorong eksplorasi, kreativitas, dan tantangan intelektual yang sesuai dengan usia dan minat anak. Dalam konteks ini, peran guru menjadi sangat sentral. Guru yang empatik, mampu membangun relasi sehat antar-anak, serta menciptakan rutinitas yang stabil dan mendukung akan menciptakan suasana belajar yang kondusif (Hamre & Pianta, 2006). Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga fasilitator ekosistem pembelajaran yang sehat bagi pertumbuhan anak secara utuh.

Peran Pendidikan Guru

Kita sepakat bahwa perlindungan terhadap anak bukan hanya soal keselamatan fisik, tetapi juga menyangkut akses terhadap pendidikan bermutu, pengasuhan yang mendukung tumbuh-kembang optimal, serta pendampingan oleh guru yang cakap secara akademik dan emosional. Di sinilah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memiliki posisi strategis. Pendidikan guru di UNJ dan LPTK lainnya harus diarahkan tidak hanya pada penguasaan materi ajar, tetapi juga pada pembentukan karakter, literasi digital, dan pengembangan kecerdasan majemuk (multiple intelligences).

Konsep multiple intelligences yang diperkenalkan Gardner (2011) menjadi fondasi penting dalam kurikulum pendidikan guru di UNJ. Ini artinya, anak tidak hanya dinilai dari kecerdasan logika-matematika atau bahasa, tetapi juga dari kecerdasan interpersonal, musikal, kinestetik, visual-spasial, naturalistik, hingga eksistensial. Dengan pendekatan ini, UNJ dapat mendorong calon guru untuk menjadi fasilitator tumbuh kembang anak secara utuh—bukan sekadar pengajar materi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Tua dan Sekolah...
Orang Tua dan Sekolah Berperan Penting Cegah Anak Terpapar Intoleransi dan Radikalisme
Hari Anak Nasional 2025,...
Hari Anak Nasional 2025, Puluhan Anak Binaan LPKA II Jakarta Dapat Keterampilan
Hari Anak Nasional 2025,...
Hari Anak Nasional 2025, Puspadaya Perindo Soroti Pentingnya Perlindungan Hak Anak dari Kekerasan
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Kementerian Imipas Kurangi Hukuman 1.310 Anak Binaan
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Presiden Jokowi Diminta Segera Tandatangani RPP Kesehatan
Lindungi Anak Indonesia...
Lindungi Anak Indonesia dari Judi Online
Momen Hari Anak: Orang...
Momen Hari Anak: Orang Tua Jangan Terlalu Menuntut, Kehebatan Anak Lahir dari Potensinya
5.000 Anak Meriahkan...
5.000 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional Bersama McDonald’s di 8 Kota Besar
Konser Anak Indonesia...
Konser Anak Indonesia Hebat: Panggung Kreativitas dan Harapan Menuju Indonesia Emas 2045
Rekomendasi
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Penampakan 115 Warga...
Penampakan 115 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Berita Terkini
Praperadilan Jilid II...
Praperadilan Jilid II Roy Suryo Ditolak Hakim
IJTI: Menghormati Profesi...
IJTI: Menghormati Profesi Jurnalis Wujud Kepatuhan Hukum
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Jelang Putusan Praperadilan,...
Jelang Putusan Praperadilan, Roy Suryo Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Pendukung di PN Jaksel
Hotman Paris Pengacara...
Hotman Paris Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Wartawan
Momen Mendagri Nobar...
Momen Mendagri Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga Menteng Tenggulun
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved