Orang Tua dan Sekolah Berperan Penting Cegah Anak Terpapar Intoleransi dan Radikalisme
Jum'at, 25 Juli 2025 - 16:18 WIB
loading...
Dosen Psikologi, Maharani Ardi Putri menyatakan pembentukan kemampuan berpikir kritis pada anak merupakan benteng ampuh melawan hoaks dan paham ekstrem. Foto/Ist
A
A
A
JAKARATA - Peringatan Hari Anak Nasional selayaknya menjadi pengingat bagi semua bahwa anak-anak sebagai generasi penerus bangsa belum seutuhnya bebas dari ancaman intoleransi dan radikalisme. Ancaman ini seringkali dijumpai di beberapa sekolah berbasis keagamaan yang mengajarkan anak didiknya pemahaman intoleran dan radikal.
Pemahaman akan pentingnya kebhinekaan harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak untuk melindungi mereka dari pemikiran yang segregatif.
Baca juga: Jusuf Kalla Minta Aparat Usut Tuntas Kasus Perusakan Rumah Tempat Retreat Ibadah di Cidahu Sukabumi
Pemerhati anak dan keluarga, Maharani Ardi Putri menjelaskan bahwa sebenarnya baik sekolah umum maupun sekolah berbasis agama sama-sama merupakan pilihan yang sah bagi orang tua.
Kurikulum di sekolah agama memang dirancang menyesuaikan ajaran kepercayaan masing-masing, sementara sekolah umum bersifat inklusif tanpa memusatkan pada satu agama tertentu.
Pemahaman akan pentingnya kebhinekaan harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak untuk melindungi mereka dari pemikiran yang segregatif.
Baca juga: Jusuf Kalla Minta Aparat Usut Tuntas Kasus Perusakan Rumah Tempat Retreat Ibadah di Cidahu Sukabumi
Pemerhati anak dan keluarga, Maharani Ardi Putri menjelaskan bahwa sebenarnya baik sekolah umum maupun sekolah berbasis agama sama-sama merupakan pilihan yang sah bagi orang tua.
Kurikulum di sekolah agama memang dirancang menyesuaikan ajaran kepercayaan masing-masing, sementara sekolah umum bersifat inklusif tanpa memusatkan pada satu agama tertentu.
Lihat Juga :