Kearifan Lokal Jembatan Koeksistensi Manusia dan Harimau Sumatra
Rabu, 23 Juli 2025 - 14:27 WIB
loading...
A
A
A
Sementara di Sumatera Selatan disebut Puyang, simbol leluhur, sehingga menyakiti harimau diyakini akan membawa malapetaka. Bengkulu ada Legenda Tujuh Manusia Harimau menekankan pentingnya menjaga hubungan seimbang dengan alam. Di Lampung, masyarakat adat di pesisir barat melakukan ritual "Ngarak Harimau" sebelum memasuki hutan, yang merupakan sebuah bentuk penghormatan terhadap harimau sebagai penjaga hutan.
Mengokohkan Strategi Konservasi yang Inklusif
Strategi konservasi berbasis bentang alam mengintegrasikan perlindungan ekologis dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Upaya ini menempatkan masyarakat bukan sebagai penonton, melainkan sebagai mitra utama dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan dan spesies kunci seperti harimau.
Koeksistensi bukanlah konsep baru bagi masyarakat Sumatra, karena mereka telah mempraktikkannya sejak lama. Tugas kita sebagai praktisi dan pengambil kebijakan adalah mengakui, mendukung, dan menjadikannya bagian dari strategi nasional konservasi harimau.
Global Tiger Day 2025 harus menjadi momen refleksi dan konsolidasi. Masa depan harimau Sumatra bergantung pada kemampuan kita semua—pemerintah, masyarakat adat, pelaku industri, dan organisasi konservasi—untuk membangun ruang hidup yang aman dan harmonis bagi manusia dan harimau. Kearifan lokal tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga diarusutamakan sebagai fondasi menuju konservasi yang adil, efektif, dan berkelanjutan.
Mengokohkan Strategi Konservasi yang Inklusif
Strategi konservasi berbasis bentang alam mengintegrasikan perlindungan ekologis dengan pemberdayaan masyarakat lokal. Upaya ini menempatkan masyarakat bukan sebagai penonton, melainkan sebagai mitra utama dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan dan spesies kunci seperti harimau.
Koeksistensi bukanlah konsep baru bagi masyarakat Sumatra, karena mereka telah mempraktikkannya sejak lama. Tugas kita sebagai praktisi dan pengambil kebijakan adalah mengakui, mendukung, dan menjadikannya bagian dari strategi nasional konservasi harimau.
Global Tiger Day 2025 harus menjadi momen refleksi dan konsolidasi. Masa depan harimau Sumatra bergantung pada kemampuan kita semua—pemerintah, masyarakat adat, pelaku industri, dan organisasi konservasi—untuk membangun ruang hidup yang aman dan harmonis bagi manusia dan harimau. Kearifan lokal tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga diarusutamakan sebagai fondasi menuju konservasi yang adil, efektif, dan berkelanjutan.
(poe)
Lihat Juga :