Iran, Nuklir, dan Cermin Ketimpangan Global

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:17 WIB
loading...
Iran, Nuklir, dan Cermin...
Eko Ernada, Pengajar dan Peneliti Kajian Timur Tengah, Universitas Jember. Foto/Istimewa
A A A
Eko Ernada
Pengajar dan Peneliti Kajian Timur Tengah, Universitas Jember

PADA Juli 2025, Iran resmi menangguhkan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Bukan sekadar manuver simbolik, langkah ini mengguncang fondasi sistem pengawasan nuklir global. Akses inspektur internasional dicabut, kamera pengawas dimatikan, dan kepercayaan yang rapuh pun ambruk. Dunia tersentak, namun Iran merasa bertindak rasional: mengapa tunduk pada sistem yang tidak pernah melindunginya?

Langkah ini tidak lahir dari ruang hampa. Ia merupakan puncak dari akumulasi frustrasi Iran terhadap tatanan global yang timpang dan selektif. Parlemen Iran menyebut IAEA telah kehilangan netralitas, menjadi instrumen tekanan politik Barat. Jika institusi internasional tidak lagi dipercaya oleh pihak yang diawasinya, dan hukum hanya tajam ke satu arah, maka krisis kepercayaan bukan lagi soal satu negara—melainkan menyangkut legitimasi seluruh sistem global nonproliferasi. Seperti dikemukakan Richard Falk, pakar hukum internasional, "suatu sistem global kehilangan legitimasi ketika hukum berubah menjadi alat seleksi, bukan perlindungan."

Situasi ini menggugah kembali pertanyaan mendasar: apakah Iran benar-benar ancaman bagi perdamaian dunia, atau justru cermin dari sistem internasional yang cacat dan penuh standar ganda? Jika verifikasi nuklir telah kehilangan kepercayaan, bagaimana mungkin diplomasi bisa berjalan, dan atas dasar apa aturan internasional ditegakkan?

Untuk memahami posisi Iran hari ini, kita perlu menengok sejarahnya. Program nuklir Iran dimulai sejak 1950-an di bawah Shah Mohammad Reza Pahlavi, didukung langsung oleh Amerika Serikat melalui inisiatif "Atoms for Peace." Saat itu Iran bercita-cita membangun puluhan reaktor nuklir. Namun setelah Revolusi Islam 1979, hubungan strategis dengan Barat runtuh dan dicurigai sebagai ancaman ideologis. Dukungan berganti menjadi kecurigaan.

Titik balik terjadi pada 2002, ketika fasilitas rahasia di Natanz dan Arak terungkap. Dunia Barat menuduh Iran menyembunyikan program senjata nuklir, meskipun Iran mengklaim tujuannya adalah damai: untuk energi dan medis. Tuduhan ini semakin menguatkan keyakinan Iran bahwa sistem global tidak netral. Apalagi Israel—yang tidak menandatangani NPT dan diyakini memiliki senjata nuklir—luput dari tekanan serupa. Dalam istilah Noam Chomsky, "standar ganda adalah norma diam-diam dalam kebijakan luar negeri negara adidaya—apa yang legal untuk sekutu menjadi ilegal bagi musuh."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Rekomendasi
Nurdiansyah Ungkap Dinamika...
Nurdiansyah Ungkap Dinamika Menjelang Musda Demokrat Aceh
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
Sarwendah Hadiri Sidang...
Sarwendah Hadiri Sidang Hak Asuh Anak, Ungkap Tekad Selalu Menjaga dan Membahagiakan Anak
Berita Terkini
Jadi Saksi Dalam Sprindik...
Jadi Saksi Dalam Sprindik Baru, Kejagung Sebut Status Tersangka Febrie Adriansyah dari Polri Tak Gugur
Harlah ke-28 PKB, Panji...
Harlah ke-28 PKB, Panji Bangsa Gelar Turnamen Mini Soccer Inklusif
Kualitas Negara Hukum...
Kualitas Negara Hukum Terletak dari Kemampuan Aparat Menjaga Hati Nurani
Bakamla Gelar Latihan...
Bakamla Gelar Latihan Menembak di Perairan Dekat Pulau Galang
Gus Ipul Respons Wacana...
Gus Ipul Respons Wacana Cak Imin soal Pemimpin Baru PBNU: Baik untuk Didiskusikan
Kubu Roy Suryo: Saksi...
Kubu Roy Suryo: Saksi Ahli Polda Metro Jaya Tidak Paham UU ITE
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved