Urgensi Koding dan Kecerdasan Artifisial, Antisipasi Perubahan Mutu Pendidikan

Sabtu, 28 Juni 2025 - 19:20 WIB
loading...
Urgensi Koding dan Kecerdasan...
Hendarman, Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikdasmen/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Foto/Dok Pribadi
A A A
Hendarman
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikdasmen/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan

Kementerian yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah telah menetapkan kebijakan integrasi pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial dalam kurikulum sekolah. Apakah rencana integrasi ini hanya mengikuti tren yang terjadi di berbagai negara?

Kebijakan ini secara umum, sebagaimana kebijakan-kebijakan lainnya akan memberikan implikasi. Salah satu yaitu di mana pendidik harus dipersiapkan dengan baik agar dapat menindaklanjuti dalam proses pembelajaran di dalam ruang kelas yang aman, nyaman, dan menggembirakan.

Kesiapan pendidik menjadi tantangan tersendiri mengingat tidak semua memiliki kompetensi yang memadai dan bahkan mungkin baru mengenal istilah tersebut dari berbagai sumber. Bagaimanapun sebuah kebijakan akan memberikan implikasi dalam bentuk konsekuensi, baik positif maupun negatif.

Implikasi tersebut dapat berupa dampak langsung maupun tidak langsung terhadap individu, kelompok, atau lingkungan yang terkena dampak kebijakan tersebut. Beberapa ahli menekankan pentingnya memahami implikasi kebijakan dalam konteks efektivitas dan keberlanjutan kebijakan tersebut.

Bukan Sekadar Tren

Suka atau tidak, integrasi pembelajaran koding dan kecerdasan intelektual sudah menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan modern. Mengapa? Hal ini untuk mengantisipasi perkembangan Industri 4.0 dan 5.0, yang menuntut sumber daya manusia unggul dengan pemahaman dan keterampilan digital yang kuat.

Apabila generasi muda tidak dilengkapi dengan literasi digital dan kemampuan di bidang teknologi digital yang memadai, mereka akan menghadapi kesulitan menghadapi pesaingan dan kompetisi memasuki dunia kerja yang makin berbasis teknologi.

Integrasi tersebut tidak hanya untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan penyelesaian masalah, tetapi juga mengajarkan berbagai keterampilan esensial. Beberapa keterampilan esensial tersebut meliputi berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, etika kecerdasan artifisial, pola pikir berbasis-humanis, dan teknik kecerdasan artifisial.

Keterampilan berpikir komputasional, misalnya, akan memberikan peluang kepada murid untuk dapat menyelesaikan masalah secara sistematis dan efisien, yang mana ini juga menjadi salah satu isu kritis dalam manajemen modern. Berbagai fenomena yang ada cenderung menunjukkan bahkan dalam pembuatan kebijakan publik masih sering belum dilakukan secara sistematis dan efisien.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai $10,9 Miliar?
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Rekomendasi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Berita Terkini
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved