Pemimpin yang Tidak Asal Buat Perubahan
Rabu, 11 Juni 2025 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, manajer yang sukses adalah yang mengeksplorasi masa depan dengan bereksperimen dengan berbagai macam investigasi berbiaya rendah. Investigasi berbiaya rendah meningkatkan pembelajaran tentang kemungkinan masa depan.
Pembelajaran ini peluang sangat penting karena meskipun masa depan tidak pasti, ada kemungkinan untuk mempelajari sesuatu tentangnya.
Ketiga, manajer yang efektif menghubungkan proyek saat ini dengan masa depan dengan interval yang dapat diprediksi dan prosedur transisi yang terkoreografi.
Rutinitas yang familier dibuat dengan pengaturan waktu yang dapat diprediksi dan dengan prosedur transisi yang menghubungkan masa kini dengan masa depan.
Manajer ini menggunakan istilah “hubungan dalam waktu” untuk menggambarkan praktik organisasi yang eksplisit yang membahas cakrawala waktu masa lalu, masa kini, dan masa depan serta transisi di antaranya.
Ritme dibuat, yang memungkinkan orang untuk mengatur kecepatan kerja, menyinkronkan energi satu sama lain, dan menciptakan aliran perhatian yang terfokus untuk meningkatkan kinerja.
Akhirnya, perubahan yang dibutuhkan bukan hanya kulit tapi “jiwa” di dalam organisasi agar menjamin keberlanjutan melalui masa-masa yang sulit.
Sayangnya banyak pemimpin yang terjebak dalam pandangan sempit, seolah jika sudah membuat aturan atau tampilan baru yang kasat mata, merasa perubahan sudah dilakukan. Tampaknya sebelum mengusung perubahan, sang pemimpin harus berbenah diri dahulu untuk “berubah”.
Pembelajaran ini peluang sangat penting karena meskipun masa depan tidak pasti, ada kemungkinan untuk mempelajari sesuatu tentangnya.
Ketiga, manajer yang efektif menghubungkan proyek saat ini dengan masa depan dengan interval yang dapat diprediksi dan prosedur transisi yang terkoreografi.
Rutinitas yang familier dibuat dengan pengaturan waktu yang dapat diprediksi dan dengan prosedur transisi yang menghubungkan masa kini dengan masa depan.
Manajer ini menggunakan istilah “hubungan dalam waktu” untuk menggambarkan praktik organisasi yang eksplisit yang membahas cakrawala waktu masa lalu, masa kini, dan masa depan serta transisi di antaranya.
Ritme dibuat, yang memungkinkan orang untuk mengatur kecepatan kerja, menyinkronkan energi satu sama lain, dan menciptakan aliran perhatian yang terfokus untuk meningkatkan kinerja.
Akhirnya, perubahan yang dibutuhkan bukan hanya kulit tapi “jiwa” di dalam organisasi agar menjamin keberlanjutan melalui masa-masa yang sulit.
Sayangnya banyak pemimpin yang terjebak dalam pandangan sempit, seolah jika sudah membuat aturan atau tampilan baru yang kasat mata, merasa perubahan sudah dilakukan. Tampaknya sebelum mengusung perubahan, sang pemimpin harus berbenah diri dahulu untuk “berubah”.
(shf)
Lihat Juga :