Pendidikan Moderasi Beragama: Wajib Sejak Usia SD
Senin, 02 Juni 2025 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Moderasi Bukan Kompromi, Tapi Keberanian
Banyak yang keliru menganggap moderasi adalah bentuk kompromi dari keyakinan. Bukan. Moderasi adalah keberanian untuk menjaga keyakinan kita tanpa menyakiti hak orang lain. Ini adalah jalan tengah yang tidak berarti lemah, melainkan justru menjadi tiang kekuatan bangsa. Dengan kondisi global yang makin polar, dan ancaman radikalisme digital yang menyasar anak-anak lewat video dan algoritma internet, pendidikan moderasi bukan lagi agenda moral. Ia adalah agenda keamanan nasional.
Masa Depan yang Terancam Jika Dibiarkan
Jika kita masih menganggap pendidikan karakter dan toleransi sebagai pelengkap, maka bersiaplah kehilangan satu generasi. Generasi yang tidak hanya akan hidup dalam konflik, tapi juga menyebarkan kebencian lebih dalam dan lebih luas lagi.
Saya menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan: menteri, kepala dinas, kepala sekolah, guru, orang tua—jangan lagi tunda integrasi pendidikan moderasi agama ke kurikulum dasar. Korban anak yang kita tangisi hari ini adalah korban dari kelambanan dan ketidakberanian kita.
Jangan biarkan tangis ini menjadi rutinitas nasional. Karena anak-anak seharusnya belajar tentang dunia yang bisa hidup damai, bukan dunia yang akan memukul mereka karena berbeda keyakinan.
Banyak yang keliru menganggap moderasi adalah bentuk kompromi dari keyakinan. Bukan. Moderasi adalah keberanian untuk menjaga keyakinan kita tanpa menyakiti hak orang lain. Ini adalah jalan tengah yang tidak berarti lemah, melainkan justru menjadi tiang kekuatan bangsa. Dengan kondisi global yang makin polar, dan ancaman radikalisme digital yang menyasar anak-anak lewat video dan algoritma internet, pendidikan moderasi bukan lagi agenda moral. Ia adalah agenda keamanan nasional.
Masa Depan yang Terancam Jika Dibiarkan
Jika kita masih menganggap pendidikan karakter dan toleransi sebagai pelengkap, maka bersiaplah kehilangan satu generasi. Generasi yang tidak hanya akan hidup dalam konflik, tapi juga menyebarkan kebencian lebih dalam dan lebih luas lagi.
Saya menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan: menteri, kepala dinas, kepala sekolah, guru, orang tua—jangan lagi tunda integrasi pendidikan moderasi agama ke kurikulum dasar. Korban anak yang kita tangisi hari ini adalah korban dari kelambanan dan ketidakberanian kita.
Jangan biarkan tangis ini menjadi rutinitas nasional. Karena anak-anak seharusnya belajar tentang dunia yang bisa hidup damai, bukan dunia yang akan memukul mereka karena berbeda keyakinan.
(cip)
Lihat Juga :