Menjaga Institusi TNI dari Intervensi Politik
Selasa, 13 Mei 2025 - 06:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: TNI Kembali Tepis Isu Miring Pembatalan Mutasi Letjen Kunto: Cuma Cocokologi
Asas meritokrasi dalam tubuh TNI dipertanyakan publik, mengingat banyak perwira tinggi yang menempati berbagai jabatan penting di era sebelum Presiden Jokowi, merupakan perwira yang berprestasi semasa menjadi taruna, meraih Adhi Makayasa atau memiliki prestasi dalam penugasan dan jenjang karier yang cemerlang. Publik melihat pada era Presiden Jokowi berbagai jabatan penting di dalam tubuh TNI maupun Polri ditempati para perwira yang memiliki kedekatan masa lalu dengan Jokowi, atau yang dikenal dengan istilah 'Geng Solo'.
Ke depan kita harapkan Panglima TNI harus menjaga institusi TNI dari berbagai intervensi dan kepentingan politik dari kekuatan kekuatan di luar TNI, invisible hand. Kekuatan politik dan pemerintah semestinya juga menjaga kemandirian TNI sebagai organisasi tentara yang mandiri dan profesional. Jangan melakukan intervensi selain untuk kepentingan politik nasional dan kepentingan pertahanan negara, bukan untuk kepentingan kelompok politik. Objektif Civilian Control.
TNI adalah organisasi profesional, hendaknya melakukan promosi jabatan didasarkan oleh berbagai pertimbangan profesional, bukan atas dasar kedekatan di masa lalu atau kepentingan kelompok. Sebab, jika promosi didasarkan aspek kedekatan dengan kekuasaan, akan terjadi persaingan antara sesama perwira, bukan lagi persaingan prestasi dan kinerja, tetapi masing masing perwira berlomba bersaing mencari akses kedekatan dengan kekuasaan Istana dan partai politik (Senayan).
Promosi perwira tinggi hendaknya didasarkan kepada kebutuhan organisasi, bukan karena tekanan politik, apalagi yang dilakukan oleh tangan-tangan yang tidak kelihatan di luar institusi resmi negara (invisible hand).
Asas meritokrasi dalam tubuh TNI dipertanyakan publik, mengingat banyak perwira tinggi yang menempati berbagai jabatan penting di era sebelum Presiden Jokowi, merupakan perwira yang berprestasi semasa menjadi taruna, meraih Adhi Makayasa atau memiliki prestasi dalam penugasan dan jenjang karier yang cemerlang. Publik melihat pada era Presiden Jokowi berbagai jabatan penting di dalam tubuh TNI maupun Polri ditempati para perwira yang memiliki kedekatan masa lalu dengan Jokowi, atau yang dikenal dengan istilah 'Geng Solo'.
Ke depan kita harapkan Panglima TNI harus menjaga institusi TNI dari berbagai intervensi dan kepentingan politik dari kekuatan kekuatan di luar TNI, invisible hand. Kekuatan politik dan pemerintah semestinya juga menjaga kemandirian TNI sebagai organisasi tentara yang mandiri dan profesional. Jangan melakukan intervensi selain untuk kepentingan politik nasional dan kepentingan pertahanan negara, bukan untuk kepentingan kelompok politik. Objektif Civilian Control.
TNI adalah organisasi profesional, hendaknya melakukan promosi jabatan didasarkan oleh berbagai pertimbangan profesional, bukan atas dasar kedekatan di masa lalu atau kepentingan kelompok. Sebab, jika promosi didasarkan aspek kedekatan dengan kekuasaan, akan terjadi persaingan antara sesama perwira, bukan lagi persaingan prestasi dan kinerja, tetapi masing masing perwira berlomba bersaing mencari akses kedekatan dengan kekuasaan Istana dan partai politik (Senayan).
Promosi perwira tinggi hendaknya didasarkan kepada kebutuhan organisasi, bukan karena tekanan politik, apalagi yang dilakukan oleh tangan-tangan yang tidak kelihatan di luar institusi resmi negara (invisible hand).
(zik)
Lihat Juga :