Trump 2.0: Sikap Kita?

Rabu, 16 April 2025 - 07:25 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain, tantangan terbesar bagi Indonesia tidak hanya terletak pada arena internasional, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlanjutan produsen domestik. Kebijakan yang terlalu longgar terhadap impor, seperti pembebasan kuota impor kedelai dari Amerika Serikat, memang memberikan keuntungan jangka pendek berupa harga murah bagi konsumen.

Akan tetapi, hal ini berpotensi menekan petani lokal, terlebih jika produk tersebut berasal dari komoditas rekayasa genetika (GMO) yang di negara asal hanya digunakan sebagai pakan ternak. Ketika produk-produk impor murah membanjiri pasar tanpa perlindungan yang memadai terhadap produksi lokal, maka kedaulatan pangan yang selama ini menjadi visi besar pemerintah akan tergerus oleh kenyataan struktural yang melemahkan fondasi ketahanan nasional.

Di tengah dinamika tersebut, penting pula untuk mencermati dampak kebijakan dalam negeri seperti penghapusan atau pelonggaran aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Selama ini, TKDN berperan strategis dalam mendorong penggunaan bahan baku lokal dan membangun kemandirian industri nasional. Oleh sebab itu, jika aturan ini dihapuskan, maka industri akan semakin bergantung pada bahan impor, yang pada gilirannya mengurangi insentif investasi dalam kapasitas produksi dalam negeri.

Ketergantungan ini tidak hanya akan melemahkan daya saing industri nasional, tetapi juga dapat memperburuk tekanan terhadap sektor-sektor rentan seperti UMKM, pertanian, dan perkebunan. Artinya, dalam konteks proteksionisme global yang semakin kuat, penghapusan TKDN tanpa strategi penguatan industri domestik justru berisiko memperdalam ketimpangan struktural dan mengancam stabilitas ketahanan ekonomi nasional.

Kala menghadapi tantangan saat ini, Indonesia perlu menghindari jebakan logika pasar bebas yang timpang. Pemerintah mutlak perlu menegaskan kembali komitmennya terhadap kedaulatan pangan dengan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri, meningkatkan daya saing petani dan nelayan, serta memastikan adanya perlindungan terhadap sektor-sektor domestik strategis.

Di saat yang sama, diplomasi dagang harus dilaksanakan secara cerdas – kooperatif namun tetap kritis, terbuka namun berdaulat. Artinya, melalui strategi yang seimbang, Indonesia tidak hanya akan mampu mengamankan posisinya dalam peta perdagangan global, melainkan juga menegaskan diri sebagai negara yang mampu melindungi kepentingan rakyatnya di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang semakin kompleks. Semoga.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kurban dan Pembangunan
Kurban dan Pembangunan
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
Rekomendasi
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Berita Terkini
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Komisi III DPR Segera Bentuk Timwas
Bupati Sukoharjo Etik...
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditetapkan Tersangka Pemerasan, Ternyata Ikuti Praktik Suaminya
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved