Memotret Kebijakan Palestina dan Urgensi Harmoni Sosial dalam Perspektif Global

Senin, 14 April 2025 - 07:11 WIB
loading...
A A A
Fenomena ini sejalan dengan konsep ideologi transnasional yang dalam studi hubungan internasional dijelaskan sebagai penyebaran ide dan keyakinan lintas negara yang dapat mempengaruhi perilaku kolektif. Dalam konteks media sosial yang sangat cair dan cepat, arus informasi yang tidak terverifikasi dengan mudah membentuk opini publik dan menciptakan ilusi partisipasi dalam konflik. Disinformasi, agitasi, dan propaganda menjadi instrumen utama dalam konstruksi realitas yang semu namun memengaruhi afeksi publik secara nyata.

Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan prinsip perdamaian universal, Indonesia harus mampu menyikapi realitas ini secara bijaksana dan proporsional. Solidaritas terhadap Palestina tidak harus diwujudkan dalam bentuk partisipasi militan, tetapi dapat dimanifestasikan melalui diplomasi kemanusiaan, penguatan peran masyarakat sipil, serta edukasi publik yang menanamkan nilai-nilai harmoni dan toleransi. Dalam konteks inilah, penting kiranya menegaskan kembali konsep jihad dalam dimensi spiritual. Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa jihad terbesar adalah jihad melawan hawa nafsu (jihad al-nafs), yakni perjuangan internal untuk mengendalikan ego, amarah, dan dorongan destruktif dalam diri. Perspektif ini sangat relevan untuk meng-counter narasi ekstremisme yang tumbuh dalam ruang-ruang digital dan komunitas yang rentan.

Setelah melalui bulan suci Ramadan, umat Islam sejatinya telah dilatih untuk menaklukkan hawa nafsu dan membangun sensitivitas sosial. Momentum ini hendaknya dijadikan sebagai titik balik untuk memperkuat solidaritas yang konstruktif, yakni dengan cara memperluas aksi kemanusiaan, meningkatkan kesadaran publik, dan mendorong kebijakan luar negeri yang berbasis keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Dalam merawat perdamaian dan mencegah radikalisasi, diperlukan pendekatan harmoni yang bersifat terintegrasi. Harmoni sosial tidak bisa lahir dari satu pendekatan tunggal. Ia membutuhkan sinergi antara pendekatan spiritual-transformatif, humanistik-inklusif, dan literasi-digital kritis. Pendekatan spiritual-transformatif memposisikan agama bukan hanya sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga sebagai energi moral yang mendorong rekonstruksi diri dan masyarakat secara berkelanjutan. Pendekatan humanistik-inklusif menegaskan pentingnya melihat setiap individu sebagai bagian dari komunitas global yang memiliki martabat dan hak yang setara. Sementara pendekatan literasi-digital kritis diperlukan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan memilah informasi, mengidentifikasi hoaks, dan menghindari jebakan narasi biner yang sering kali menyesatkan.

Ketiga pendekatan tersebut seyogianya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dalam sistem pendidikan, narasi keagamaan, dan kebijakan publik. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya tampil sebagai bangsa yang peduli terhadap isu Palestina, tetapi juga sebagai contoh negara yang mampu merespons konflik global dengan cara yang beradab, rasional, dan berkeadilan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Rekomendasi
Ngaku Tentara saat Ditegur...
Ngaku Tentara saat Ditegur di Trotoar Depok, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf
Bernadya Kenang Masa...
Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Berita Terkini
Terungkap Alasan Roy...
Terungkap Alasan Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi soal Pasal Penetapan Tersangka
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Optimistis Irjen Wibowo Tingkatkan Pelayanan Korlantas Semakin Modern
Transformasi Strategis...
Transformasi Strategis Memasuki Era Quantum Globalisasi 2.0
Daftar Kapolda Baru...
Daftar Kapolda Baru yang Dilantik Kapolri pada Juli 2026, Ada Irjen Pipit Rismanto
Penyebaran Budaya LGBT...
Penyebaran Budaya LGBT Ancaman Negara Nonmiliter, Ada di Perpres yang Diteken Prabowo
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved