Kenapa Video Anggota DPR Terima Amplop Cokelat saat Rapat Bareng Pertamina Bikin Heboh Publik?
Kamis, 13 Maret 2025 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
“Bekal ketidakpercayaan akut kepada DPR dan juga isu korupsi Pertamina yang lagi menghangat ya membuat publik lebih mudah menduga amplop cokelat itu mungkin saja terkait Pertamina atau kasus korupsi juga,” tutur Lucius.
Baca juga: Ahok Penuhi Panggilan Kejagung: Apa yang Saya Tahu Akan Saya Sampaikan!
“Kalau benar itu adalah SPPD, jadi heran juga ngapain secretariat harus begitu buru-buru meminta tanda tangan anggota di tengah rapat penting yang sedang berlangsung? Kenapa enggak nunggu sampai rapat selesai sih?” sambungnya.
Kalau benar SPPD, lanjut Lucius, mudah saja untuk meyakinkan netizen, buka suratnya dan tunjukkan kepada publik. “Walau hal ini rasanya jadi sulit karena sudah lewat dua hari nih. Kalau baru dilakukan hari ini atau besok, ya netizen yang kadung nggak percaya DPR tetap tak akan percaya dengan keaslian surat itu,” imbuhnya.
Maka itu, dia berpendapat bahwa penting bagi DPR untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas harus dijalankan secara sungguh-sungguh. “Lalu penting juga untuk menghormati rapat dengan tidak mencampurinya dengan urusan administrasi seperti yang dilakukan sekjen, kalau benar itu SPPD lho ya. Masak lagi rapat, sibuk urusan administrasI SPPD?” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, viral sebuah video yang menampilkan anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menerima sebuah amplop cokelat saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) pada Selasa (11/3/2025). Momen itu terjadi kala kamera menyorot anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto
Sementara itu, Herman yang tengah duduk di samping Darmadi, terlihat tengah menandatangani sebuah dokumen. Setelah itu, Herman yang kenakan kemeja batik warna kuning itu, mengambil sebuah amplop dibalik kertas yang ditanganinya. Legislator Partai Demokrat pun itu langsung menyimpan amplop itu di bawah meja.
Baca juga: Ahok Penuhi Panggilan Kejagung: Apa yang Saya Tahu Akan Saya Sampaikan!
“Kalau benar itu adalah SPPD, jadi heran juga ngapain secretariat harus begitu buru-buru meminta tanda tangan anggota di tengah rapat penting yang sedang berlangsung? Kenapa enggak nunggu sampai rapat selesai sih?” sambungnya.
Kalau benar SPPD, lanjut Lucius, mudah saja untuk meyakinkan netizen, buka suratnya dan tunjukkan kepada publik. “Walau hal ini rasanya jadi sulit karena sudah lewat dua hari nih. Kalau baru dilakukan hari ini atau besok, ya netizen yang kadung nggak percaya DPR tetap tak akan percaya dengan keaslian surat itu,” imbuhnya.
Maka itu, dia berpendapat bahwa penting bagi DPR untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas harus dijalankan secara sungguh-sungguh. “Lalu penting juga untuk menghormati rapat dengan tidak mencampurinya dengan urusan administrasi seperti yang dilakukan sekjen, kalau benar itu SPPD lho ya. Masak lagi rapat, sibuk urusan administrasI SPPD?” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, viral sebuah video yang menampilkan anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menerima sebuah amplop cokelat saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) pada Selasa (11/3/2025). Momen itu terjadi kala kamera menyorot anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto
Sementara itu, Herman yang tengah duduk di samping Darmadi, terlihat tengah menandatangani sebuah dokumen. Setelah itu, Herman yang kenakan kemeja batik warna kuning itu, mengambil sebuah amplop dibalik kertas yang ditanganinya. Legislator Partai Demokrat pun itu langsung menyimpan amplop itu di bawah meja.
Lihat Juga :