Remang-remang Danantara

Sabtu, 22 Februari 2025 - 20:33 WIB
loading...
A A A
Atau seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)? Atau seperti Bulog di jaman orde baru? Atau, Danantara akan memiliki status hukum sui generis, yang memberinya fleksibilitas dan independensi dalam mengelola aset negara?

Entahlah, Tapi, jika pun menjadi entitas sui generis, Danantara berpotensi memiliki lebih dari satu bank. Ini juga perlu diselaraskan dengan aturan Single Presence Policy dari Bank Indonesia. Makanya, PP yang komprehensif diperlukan untuk menjawab berbagai pertanyaan tadi. PP ini harus mengatur status hukum, kepemilikan, struktur organisasi, rekrutmen, mekanisme pengelolaan keuangan dan investasi, serta aturan Single Presence Policy.

Lantas ada lagi kabar tentang batasan umur maksimal 60 tahun untuk direksi. Untuk apa pula batasan usia tersebut? Satu hal yang sedikit jelas adalah Danantara konon akan berada langsung di bawah Presiden.

Nah, dalam suasana penuh spekulasi itulah, entitas superholding yang akan mengelola aset seluruh BUMN itu dirancang sebagai sovereign wealth fund (SWF) dan diandalkan untuk menggenjot pertumbuhan hingga 8%. Jelas ini mencemaskan. Hanya para petualang yang terbiasa dalam suasana remang-remang..

Peraih Nobel Ekonomi, Joseph Stiglitz (2008), menegaskan bahwa SWF yang efektif harus memenuhi tiga prinsip utama: transparansi, akuntabilitas, dan independensi dari tekanan politik. Jika sebuah entitas investasi negara dikendalikan kepentingan politik, maka keputusan ekonomi akan rentan terhadap manipulasi dan pengalokasian dana yang tidak efisien.

Norwegia, dengan Government Pension Fund Global (GPFG), membuktikan bahwa keberhasilan SWF bergantung pada regulasi ketat dan komitmen terhadap tata kelola. Model ini telah menjadikan GPFG sebagai SWF terbesar di dunia, dengan aset melampaui USD1 triliun pada 2020. GPFG dikelola secara profesional dan independen dari pengaruh politik.

Sebaliknya, kegagalan 1Malaysia Development Berhad (1MDB) di Malaysia menjadi contoh nyata betapa intervensi politik dan korupsi dapat menghancurkan SWF. Skandal menyeret 1MDB ke dalam pusaran korupsi berskala internasional. Angela Cummine (2016) menekankan bahwa SWF yang tidak memiliki tata kelola yang baik mudah menjadi alat kepentingan politik sempit, yang pada akhirnya justru merugikan ekonomi negara dan masyarakat luas.

Transparansi adalah Kunci
Kini Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan status hukum, struktur, dan mekanisme delivery system yang tepat bagi Danantara. Clark dan Monk (2015) menekankan pentingnya fleksibilitas regulasi dalam keberhasilan superholding, agar adaptif dengan dinamika ekonomi tanpa kehilangan prinsip kehati-hatian. Temasek Singapura dapat menjadi referensi karena berhasil mengelola investasi dengan transparansi tinggi serta pemisahan tegas antara pengelolaan investasi dan kebijakan politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Apakah Pengadilan Tengah...
Apakah Pengadilan Tengah Mengadili Metode Berpikir dr Tifa dan Roy Suryo?
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Rekomendasi
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
Berita Terkini
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
3 Brigjen Pol Dapat...
3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026, Ini Daftar Namanya
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved