alexametrics

Soal Harun Masiku, Desmond Mahesa Sebut Ketua KPK Firli Bahuri Lucu

loading...
Soal Harun Masiku, Desmond Mahesa Sebut Ketua KPK Firli Bahuri Lucu
Politikus Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa menilai, pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri soal Harun Masiku lucu. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri yang meminta masyarakat melaporkan keberadaan Harun Masiku kepadanya, dikritik politikus Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa. Desmon menilai, pernyataan Firli Bahuri tersebut lucu.(Baca juga: Buru Harun Masiku di Luar Negeri, KPK Minta Bantuan Polri)

"Pertanyaannya yang lebih lucu lagi, pimpinan KPK bilang apa? Laporkan ke saya. Itu kan lucu," ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2020). (Baca juga: Harun Masiku Buron, Firli Bahuri: Yang Kabur ke Luar Negeri Pasti Balik)

Wakil Ketua Komisi III DPR menilai KPK seolah tidak proaktif dengan keberadaan tersangka kasus dugaan suap Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPR itu. Desmond menilai kondisi negara sedang dalam darurat akal sehat. "Ya salah satu pimpinan KPK yang suruh laporkan ke dia. Masa kita harus laporkan, hey ada orang di sini. Harusnya diakan yang melakukan penangkapan. Kondisi negara sedang dalam darurat akal sehat," katanya.

Sebelumnya, Firli Bahuri membantah mengetahui keberadaan Harun Masiku. "Kalau saya sudah tahu, saya tangkap pasti. Kalau Mbak tahu pun, kasih tahu saya, saya tangkap," ujar Firli Bahuri beberapa hari lalu.



Sekadar diketahui, eks calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Harun Masiku telah masuk daftar pencarian orang (DPO). Selain Harun Masiku, KPK telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka kasus suap PAW itu. Mereka adalah eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan pihak swasta Saeful.
(cip)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak