Bicara Demokrasi, Fahri Hamzah Beberkan Dosa Terbesar Buzzer

Selasa, 01 September 2020 - 11:09 WIB
loading...
Bicara Demokrasi, Fahri Hamzah Beberkan Dosa Terbesar Buzzer
Politikus Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah. Foto/Instagram Fahri Hamzah
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menyoroti tentang fenomena buzzer di media sosial yang akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan luas, terutama terkait dengan dinamika politik di Tanah Air.

Fahri menyebut buzzer memiliki dosa terbesar, yakni membuat sebagian rakyat berkelahi dengan Presiden.

"Dosa terbesar para buzzer adalah membuat sebagian rakyat berantem sama presiden..tapi dosa terbesar presiden adalah membuat rakyat berantem sesama rakyat. Presiden negara mana maksudnya ini," kata Fahri disertai emoji tertawan dalam lini masa akun Twitternya, @Fahrihamzah, Selasa (9/1/2020).(Baca juga: Idealnya Para Menteri Merangkap sebagai 'Buzzer Resmi' )

Kendati demikian, politikus Partai Gelora Indonesia menegaskan tidak setuju jika fenomena buzzer dianggap sebagai gangguan. Sebab, demokrasi merupakan sistem yang bising.

Dia juga mengibaratkan demokrasi sebagai cahaya yang dikejar oleh banyak laron. "Tapi saya tak setuju fenomena buzzer dianggap gangguan. Demokrasi itu memang sistem bising, penuh laron karena bottom line-nya adalah freedom. Orang-orang mengejar cahaya yang kini tersebar pada banyak lampu penerang jalan. Jadi saya lebih memilih menyalahkan respons pemerintah," ujar mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.(Baca juga: Influencer-Buzzer Nihilkan Peran Jubir Istana dan Humas Pemerintahan )

Cuitan Fahri ditanggapi beragam oleh para penghuni jagad Twitter. Ada yang setuju dengan argumentasi, banyak pula yang mengkritiknya.

Salah satunya pemilik akun @CintaDamai8585. "Dan DOSA terbesar oposisi adalah awal kekacauan negara ini, mereka yg porak porandakan bangsa yangg besar ini.. Membuat berita palsu dan sangat palsu.Itulah jahatnya Oposisi.
Apakah anda Oposisi yang tersisi..?" tulisnya.
(dam)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2598 seconds (11.252#12.26)