Perampasan Aset Tindak Pidana dan Pembuktian Terbalik

Rabu, 30 Oktober 2024 - 07:27 WIB
loading...
Perampasan Aset Tindak...
Romli Atmasasmita. Foto/Istimewa
A A A
Romli Atmasasmita

SETELAH Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) (1999/2001) dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) (2010) diundangkan telah terbukti bahwa upaya penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi masih mengalami hambatan, terutama dalam hal pengembalian kerugian negara dan pemulihan aset tindak pidana secara maksimal. Hal ini disebabkan di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) maupun di dalam UU Tipikor dan UU TPPU aquo tidak diatur secara rinci dan jelas baik mengenai hukum materiil maupun hukum formil mengenai bagaimana norma dan prosedur perampasan aset tipikor dapat dioptimalkan.

Di dalam pertimbangan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana antara lain dikemukakan bahwa, (b) perkembangan tindak pidana yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomis berpotensi merusak tatanan perekonomian nasional sekaligus mengurangi kemampuan Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum sehingga diperlukan pengaturan mengenai perampasan aset terkait dengan tindak pidana.

Akan tetapi, RUU Perampasan Aset Tindak Pidana ini tidak bertujuan untuk menghukum pelaku/pemilik aset yang diduga berasal dari tindak pidana sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 1 angka 3: Perampasan Aset Tindak Pidana yang selanjutnya disebut Perampasan Aset adalah upaya paksa yang dilakukan oleh negara untuk mengambil alih penguasaan dan/atau kepemilikan aset tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetapi tanpa didasarkan pada penghukuman terhadap pelakunya.

Baca Juga: Perampasan Aset Tindak Pidana
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Mengapa UU Pemberantasan...
Mengapa UU Pemberantasan Korupsi Perlu Diubah
Advokat Wa Ode Nur Zainab...
Advokat Wa Ode Nur Zainab Apresiasi KPK Terapkan KUHAP Baru
Pengacara Eks Pejabat...
Pengacara Eks Pejabat Pertamina Minta KUHAP Baru Diterapkan dalam Sidang Dugaan Korupsi LNG
PSI NTT Ingatkan Pentingnya...
PSI NTT Ingatkan Pentingnya RUU Perampasan Aset
Rekomendasi
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Berita Terkini
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
IM57+ Desak KPK Usut...
IM57+ Desak KPK Usut Tuntas Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Terungkap Alasan Roy...
Terungkap Alasan Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi soal Pasal Penetapan Tersangka
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved