Fenomena Calon Tunggal Bukti Demokrasi Lokal Semakin Rapuh
Kamis, 27 Agustus 2020 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Hasto menegaskan, persaingan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar dan tak selalu melihat apa kendaraan politiknya, baik itu partai politik ataupun jalur perseorangan. (Baca juga: Sindiran Tere Liye: Pertamina Tak Pernah Salah, yang salah Kalian)
Dilema PKS
Sementara itu PKS dalam situasi dilema setelah gagal mengusung calon di Pilkada Solo. Partai ini belum menentukan sikap setelah hanya terdapat dua pasangan calon yang kemungkinan bakal maju, yakni Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo.
“Kami mau mengajukan calon sebagaimana amanah Musda PKS, tetapi terbentur jumlah kursi. Harus koalisi ternyata tidak bisa terbentuk karena semua partai sudah bergabung ke satu pasangan calon,” kata Ketua DPD PKS Kota Solo Abdul Ghofar Ismail saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.
PKS disebutnya membutuhkan waktu agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya mencoba menyerap aspirasi dan jajak pendapat mulai struktur tingkat kecamatan, ranting, kader hingga simpul-simpul massa PKS mengenai masukan dalam pengambilan keputusan. (Lihat videonya: 5 Orang di Tangerang Tewasi Usai Tenggak Miras Oplosan)
Sejauh ini PKS belum bisa menyampaikan sikapnya, termasuk kemungkinan bersikap netral di Pilkada Solo. Hasil jajak pendapat dan serap aspirasi akan disampaikan ke DPW PKS Jawa Tengah maupun DPP PKS. (Ary Wahyu Wibowo/Abdul Rochim/Bakti)
Dilema PKS
Sementara itu PKS dalam situasi dilema setelah gagal mengusung calon di Pilkada Solo. Partai ini belum menentukan sikap setelah hanya terdapat dua pasangan calon yang kemungkinan bakal maju, yakni Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo.
“Kami mau mengajukan calon sebagaimana amanah Musda PKS, tetapi terbentur jumlah kursi. Harus koalisi ternyata tidak bisa terbentuk karena semua partai sudah bergabung ke satu pasangan calon,” kata Ketua DPD PKS Kota Solo Abdul Ghofar Ismail saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.
PKS disebutnya membutuhkan waktu agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya mencoba menyerap aspirasi dan jajak pendapat mulai struktur tingkat kecamatan, ranting, kader hingga simpul-simpul massa PKS mengenai masukan dalam pengambilan keputusan. (Lihat videonya: 5 Orang di Tangerang Tewasi Usai Tenggak Miras Oplosan)
Sejauh ini PKS belum bisa menyampaikan sikapnya, termasuk kemungkinan bersikap netral di Pilkada Solo. Hasil jajak pendapat dan serap aspirasi akan disampaikan ke DPW PKS Jawa Tengah maupun DPP PKS. (Ary Wahyu Wibowo/Abdul Rochim/Bakti)
(ysw)
Lihat Juga :