alexametrics

KPK Pastikan 5 Pimpinan Tetap Jalankan Tugas Pemberantasan Korupsi

loading...
KPK Pastikan 5 Pimpinan Tetap Jalankan Tugas Pemberantasan Korupsi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan lima pimpinannya tetap menjalankan tugas untuk memimpin lembaga antikorupsi tersebut hingga akhir masa jabatan. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan lima pimpinannya tetap menjalankan tugas untuk memimpin lembaga antikorupsi tersebut hingga akhir masa jabatan. Hal itu sudah diatur di UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kami pastikan lima Pimpinan KPK juga tetap sah dalam mengambil kebijakan sampai ada pemberhentian oleh Presiden Republik Indonesia," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/9/2019).

Hal tersebut, kata Febri, mengacu pada Pasal 32 ayat (3) UU KPK, yaitu “Pemberhentian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia”.



Sedangkan terkait jangka waktu pimpinan memegang jabatan ditegaskan pada Pasal 34 UU KPK, yaitu "Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi memegang jabatan selama 4 (empat) tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan."

"Lima Pimpinan KPK diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 133/P Tahun 2015 tentang Pengangkatan Pimpinan KPK masa jabatan Tahun 2015-2019 tertanggal 21 Desember 2015," kata Febri.

Dengan demikian, lanjut Febri, terhitung sejak dilantik Presiden Republik Indonesia sejak 21 Desember 2015 maka sesuai dengan aturan yang berlaku masa jabatan Pimpinan KPK saat ini akan berakhir pada 21 Desember 2019 nanti.

Sekaligus setelah itu pelantikan terhadap Pimpinan KPK yang baru sebagaimana hasil yang telah dipilih oleh DPR-RI akan diproses lebih lanjut. Saat ini, tugas-tugas penindakan dan pencegahan terus dilakukan KPK di bawah kepemimpinan 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua KPK.

Selain proses penyelidikan dan penyidikan baru, KPK juga akan terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pelarangan ke luar negeri, penggeledahan, penyitaan hingga penetapan tersangka baru hingga proses persidangan dan eksekusi. Karena pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti.

"Selain itu, tugas pencegahan juga menjadi perhatian kami, dan sejumlah tim sedang tersebar di banyak daerah dan instansi yang melaksanakan fungsi trigger mechanisme mendorong perbaikan sistem di lembaga-lembaga pusat ataupun daerah tersebut," tuturnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak