DPR Minta Kerja Sama Pembuatan Vaksin Kedepankan Kemanusiaan
Rabu, 26 Agustus 2020 - 03:16 WIB
loading...
A
A
A
Terlebih, Saleh menambahkan, Bio Farma merupakan perusahaan farmasi yang cukup terkenal di dunia yang berhasil mengekspor vaksin ke 140 negara di dunia. Bahkan, negara-negara di Timur Tengah (Timteng) lebih percaya produk vaksin Indonesia yang mungkin karena faktor kehalalannya. “Minimal soal vaksin sangat menggembirakan kalau bisa produksi dan mendistribusikan,” ucap.
Namun, kata Saleh, karena progress pembuatan vaksin di Indonesia belum lebih terdepan atau maju dibandingkan negara lain maka, Indonesia terpaksa kerja sama dengan perusahaan farmasi dari negara lain karena mereka sudah lulus uji klinis. Semnetara, Indonesia diperkirakan bisa memiliki vaksin di 2022.
“Menurut Lembaga Eijkman, kita baru bisa 2022, karena memang munculnya Covid di Indonseia lebih terlambat sehingga, sampel virus lebih diteliti dluan di sana. Tapi, tetap berharap vaksin Merah Putih tetap dilanjutkan di sini,” pungkasnya.
Namun, kata Saleh, karena progress pembuatan vaksin di Indonesia belum lebih terdepan atau maju dibandingkan negara lain maka, Indonesia terpaksa kerja sama dengan perusahaan farmasi dari negara lain karena mereka sudah lulus uji klinis. Semnetara, Indonesia diperkirakan bisa memiliki vaksin di 2022.
“Menurut Lembaga Eijkman, kita baru bisa 2022, karena memang munculnya Covid di Indonseia lebih terlambat sehingga, sampel virus lebih diteliti dluan di sana. Tapi, tetap berharap vaksin Merah Putih tetap dilanjutkan di sini,” pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :